Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 13 Desember 2017 | 15:58 WIB

Tahun 1965, SBY Jadi Korban Banjir di Pacitan

Oleh : - | Sabtu, 2 Desember 2017 | 12:35 WIB
Tahun 1965, SBY Jadi Korban Banjir di Pacitan
(Foto: beritajatim)
facebook twitter

INILAHCOM, Pacitan - Ada sisi menarik di sela-sela Presiden RI ke 6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat meninjau kondisi banjir di Kabupaten Pacitan. Tidak ada yang menyangka, SBY juga tak luput dari bencana banjir tahun 1965.

Saat itu, SBY masih berada di Pacitan. Saat banjir juga menyapu bersih daerah ini. Bahkan, menurut SBY yang lahir di Pacitan tersebut ketinggian banjir saat itu hampir 1 meter.

SBY menceritakan, saat itu dirinya masih SMA. Dia melihat dengan kepala sendiri material banjir akibat luapan Sungai Grindulu masuk ke dalam rumah.

"Kalau dibandingkan memang parah sekarang. Tapi dulu juga nggak kalah dahsyat. Saat itu saya masih SMA," kenangnya.

Dia berharap, pemerintah bisa langsung tanggap. Apalagi yang dilanda bencana banjir dan longsor tidak hanya satu titik. Ada beberapa titik bencana di Pacitan.

Diberitakan sebelumnya, Presiden ke 6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Jumat (1/12/2017) siang mengunjungi posko pusat komando tanggap darurat bencana banjir dan longsor Pacitan. SBY tak sendiri, dia bersama istrinya, Ani Yudhoyono, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Edy Baskoro Yudhoyono (EBY).

Pertemuan berlangsung tertutup dengan Bupati Pacitan, Indartato, Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, BPBD, SAR, Polres Pacitan, dan Kodim Pacitan. Dalam pertemuan tersebut, SBY mendengar pemaparan terkait korban jiwa serta kerusakan yang ditimbulkan akibat banjir dan longsor sejak Selasa (28/11/2017) dini hari.

"Saya apresiasi semuanya. Tapi saya berharap segera ada rekonstruksi pembangunan pascabencana berlalu," kata SBY kepada wartawan sesaat setelah pertemuan tertutup, Jumat siang.

SBY mengatakan, semua masalah selalu ada. Tapi dia menyakini sudah teratasi dengan baik oleh petugas yang sudah berada di Pacitan.

Sementara itu, SBY mengaku, keluarga dan koleganya juga terkena musibah banjir. "Saya belum melihat langsung. Ini saya meninjau. Semoga semua baik-baik saja," pungkasnya. [beritajatim]

Komentar

 
Embed Widget

x