Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 13 Desember 2017 | 16:05 WIB

Kejahatan Narkotika

LPSK: Perlindungan Justice Collaborator Penting

Oleh : - | Jumat, 1 Desember 2017 | 12:55 WIB
LPSK: Perlindungan Justice Collaborator Penting
Ketua LPSK Abdul Haris Semendawai - (Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Makassar - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengakui salah satu cara membongkar tindak pidana narkotika adalah dengan manfaatkan mekanisme Justice Collaborator. Hal ini dikarenakan Justice Collaborator memiliki akses ke dalam jaringan narkotika.

"Hingga informasi yang dimiliki Justice Collaborator terkait suatu jaringan narkotika sangat besar," ujar Ketua LPSK Abdul Haris Semendawai dalam kuliah umum bertema "Peran Perlindungan Saksi dalam Pengungkapan Tindak Narkotika" di FH Universitas Hasanuddin, Makassar (30/11/2017).

Meski begitu risiko yang dihadapi Justice Collaborator juga tinggi. Maka perlindungan dan perlakuan istimewa kepada mereka penting diberikan. Selain perlindungan secara fisik, perlakuan istimewa juga akan membuat anggota jaringan narkotika mau menjadi Justice Collaborator.

"Dengan perlakuan istimewa seperti pemisahan berkas hingga keringanan hukuman tentunya membuat pilihan membantu membongkar kasus menjadi pilihan menguntungkan bagi seorang Justice Collaborator ketimbang menutup rapat informasi yang dimilikinya," jelas Semendawai.

Selain peran Justice Collaborator, LPSK menjelaskan bahwa masyarakat bisa berperan dalam mengurangi peredaran narkotika dengan menjadi pelapor atau whistleblower jika mengetahui ada peredaran narkotika di lingkungannya. Dan sama seperti Justice Collaborator, Whistleblower pun memliki hak untuk dilindungi.

"Jadi sekarang tidak usah takut membongkar suatu kejahatan termasuk kejahatan luar biasa seperti narkotika, karena jika ada ancaman sudah ada lembaga yang ditugaskan melindungi whistleblower, yakni LPSK," ujar Semendawai.

LPSK mengintensifkan sosialisasi ke perguruan tinggi, selain merupakan salah satu implementasi kerjasama LPSK dengan Unhas yang dulu pernah dituangkan dalam MOU juga agar civitas akademika semakin paham tentang LPSK dan tugas fungsinya. Hal ini selain dapat nenambah ilmu, juga bermanfaat untuk membantu saksi dan korban. "Karena perlindungan saksi dan korban merupakan tanggungjawab bersama baik pemerintah maupun swasta, termasuk mahasiswa," jelas Semendawai.

Dekan FH Universitas Hasanuddin, Farida Patitinggi juga mengharapkan dari kuliah umum ini tugas LPSK dapat didukung oleh civitas akademika dan juga yang mengikuti video conference ini. Mengingat kuliah umum ini juga disiarkan langsung ke beberapa Universitas di Indonesia.

Tema narkotika sendiri diambil karena Indonesia sudah sangat darurat terkait penyalahgunaan narkotika jika dilihat dari dampak yang diberikan narkotika. "Sementara di sisi lain masyarakat maupun yang mengetahui masih mengalami ketakutan untuk melapor. Maka penting untuk mensosialisasikan lebih luas peran perlindungan saksi, termasuk melalui kuliah umum," jelas Farida. [*]

Tags

Komentar

 
x