Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 11 Desember 2017 | 21:56 WIB

30 DPD Golkar Diakui Siap Dukung Munaslub

Oleh : - | Kamis, 30 November 2017 | 22:07 WIB
30 DPD Golkar Diakui Siap Dukung Munaslub
Ketua DPP Partai Golkar bidang Kajian Ideologi dan Kebijakan Publik, Happy Bone Zulkarnain - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Setidaknya 30 pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Provinsi Partai Golkar telah siap merapatkan barisan untuk mendorong agar Musyawaran Nasional Luar Biasa (Munaslub) segera digelar.

Para pengurus DPD ini pun akan menyuarakan pergantian Ketua Umum DPP Partai Golkar.

"Sudah 30 DPD Golkar menyatakan siap dan mendorong Munaslub dan pergantian Ketua Umum," ujar Ketua DPP Partai Golkar bidang Kajian Ideologi dan Kebijakan Publik, Happy Bone Zulkarnain, Kamis (30/11/2017).

Happy menjelaskan bahwa dalam pasal 23 AD/ART Partai Golkar diatur bahwa pergantian ketua umum bisa dilakukan apabila dalam situasi yang mendesak dan memaksa. Dan Golkar saat ini dalam kondisi kritis karena Ketua Umum DPP Golkar Setya Novanto telah sitahan oleh KPK sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP.

Oleh karena itu, jelas Happy, dapat dikatakan bahwa Golkar sudah dalam kondisi kritis. Dengan demikian sesuai AD/ART bisa melakukan proses Munaslub untuk mengganti ketua umum.

"Sekarang kita melihat keadaan Golkar yang ibarat kapal besar. Yang bermasalah adalah nahkodanya, sedangkan kapalnya kan enggak bermasalah. Ketika nahkodanya diambil dan tidak ada yang pegang kemudi, maka kapal bisa nabrak, bahkan bisa tenggelam. Penumpangnya banyak bisa habis ikut tenggelam. Makanya ini kondisi darurat dan mendesak," ujar Happy.

Ia menegaskan bahwa dalam berbagai survei, suara Golkar juga terus merosot hingga tinggal satu digit. Misalnya survei dari Kompas yang menempatkan Golkar hanya meraih dukungan sekitar 7 persen suara. Sedangkan survei LSI menyebut Golkar masih 10 persen.

"Ini semua penurunan dari tadinya dikisaran 14 persen. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa Golkar dalam kondisi yang kritis. Dan dalam ad/art ada dalam pasal 23 bahwa dalam situasi memaksa kita bisa mengganti ketua umum," jelas Happy.

Oleh sebab itu, Ia menilai sangat wajar bahkan menjadi keharusan bagi DPD I untuk bersatu dalam menyelamatkan partai Golkar. [ton]

Komentar

 
x