Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 14 Desember 2017 | 09:39 WIB

Chairuman Disebut Tagih Fee 5 % untuk Anggota DPR

Oleh : Ivan Setyadhi | Kamis, 30 November 2017 | 16:52 WIB
Chairuman Disebut Tagih Fee 5 % untuk Anggota DPR
(Foto: Inilahcom/Agus Priatna)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Selain membeberkan peran Ketua DPR Setya Novanto, terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong juga menyebutkan satu nama lagi anggota DPR yang diduga terlibat korupsi e-KTP.

Andi menceritakan, setelah ada perjanjian pemberian fee terhadap anggota DPR dari proyek e-KTP, dirinya dan pengusaha lain yang ikut tender e-KTP ditagih realisasi fee tersebut.

"Pada akhir 2011 Irman ditagih Chairuman Harahap fee 5 persen untuk DPR. Jadi dari awal sudah tau Depdagri akan kasi 5 persen ke DPR," kata Andi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (30/11/2017).

Irman yang dimaksud adalah Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri. Sementara Chairuman Harahap adalah Ketua Komisi II DPR.

Atas permintaan tersebut, Andi dan Paulus Tanos (Direktur Utama PT Shandipala Arthaputra) menghadap.

"Paulus dan saya diundang ke Equity Tower kantor Setya Novanto, ada Chairuman. Waktu itu mereka tagih realisasi 5 persen. Paulus bilang kami akan segera eksekusi," ungkapnya.

Selanjutnya, para pengusaha pemenang proyek e-KTP berkumpul, selain Andi dan Tanos, ada juga Johannes Marliem (almarhum) dan Anang Sugiana Sudiharjo. Mereka membahas teknis penyerahan fee 5 persen yang ditagih Chairuman.

"Yaudah saya siap dikasi eksekusi asal saya dikasi invoice penagihan. Lalu Marliem terbitkan invoice 3,5 juta USD. Marliem melalui biomorf lalu akan ditransfer," bebernya.

Uang kemudian ditransfer ke rekening Oka di Singapura. Oka tak lain adalah orang yang ditunjuk Novanto untuk membantu mengurus jatah uang ke DPR."Lalu enggak ada tagihan lagi dari DPR," cetusnya. [ton]

Tags

Komentar

 
x