Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 13 Desember 2017 | 16:15 WIB

Andi Sebut Anggaran e-KTP Disunat Rp500 M

Oleh : Ivan Setyadi | Kamis, 30 November 2017 | 15:44 WIB
Andi Sebut Anggaran e-KTP Disunat Rp500 M
(Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong menyebut sejak awal proyek eKTP bergulir, dirinya sudah menyiapkan jatah fee untuk anggota DPR dan Kementerian Dalam Negeri.

Catatan itu telah diserahkan Andi kepada mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Irman.

"Jadi rencana Rp250 miliar buat DPR, Rp250 miliar buat Kemendagri. Saya pernah sampaikan catatan itu pada Irman," kata Andi saat diperiksa sebagai terdakwa korupsi eKTP di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (30/11/2017).

Menurut Andi, jatah tersebut diambil dari nilai proyek eKTP sebesar Rp5,9 triliun setelah dipotong pajak. Untuk jatah anggota DPR diurus oleh PT Quadra Solution, sedangkan jatah pihak Kementerian Dalam Negeri diurus PT Sandipala Arthaputra dan Perum Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI).

Menurut Andi, Irman yang menentukan fee yang nantinya diserahkan setelah Konsorsium PNRI menang.

Penyerahan jatah untuk anggota DPR dilakukan melalui mantan Bos Gunung Agung Made Oka Masagung atas arahan Ketua DPR Setya Novanto, saat itu menjabat sebagai Ketua Fraksi Golkar. Total ada sekitar US$7 juta yang diserahkan ke anggota DPR.

"US$3,5 juta akhir 2011. Lalu US$3,5 juta di awal 2012. Caranya ditransfer melalui Anang, melalui Oka Masagung," tuturnya.

Namun, saat akan ada pembayaran keempat, Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo sudah angkat tangan. Menurut Andi, mengetahui sikap Anang itu, dirinya langsung melaporkan kepada Irman dan Novanto.

Irman pun merespons dengan meminta Andi bertemu dengan Anang dan mantan pejabat Kemendagri yang juga pejabat pembuat komitmen proyek e-KTP Sugiharto. Pertemuan itu pun tak membuahkan hasil apa-apa.

"Lalu saya lapor ke Novanto, Anang sudah nggak sanggup. (Kata Novanto) yaudah nggak usah urusin, nanti sama Oka aja. Lalu ada perubaham sikap pak Anang," tandasnya.[jat]

Komentar

 
x