Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 19 Januari 2018 | 00:55 WIB

Pilkada Jabar-Jatim Dinilai Rawan Konflik

Oleh : Agus Irawan | Senin, 27 November 2017 | 21:11 WIB
Pilkada Jabar-Jatim Dinilai Rawan Konflik
Pengamat Komunikasi Politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Pengamat Komunikasi Politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio mengatakan banyak faktor yang dapat menjadi pemicu konflik pada pelaksanaan Pilkada Serentak 2018.

Hendri menyebutkan tidak dicalonkan seorang kader asli partai politik (parpol) dalam pilkada akan berpotensi menimbulkan konflik di pelaksanaan Pilkada mendatang.

"Potensi (konflik) terjadi di mana ada banyak parpol tidak calonkan kadernya sendiri, seperti di Jawa Barat, Golkar yang tidak mencalonkan Dedi Mulyadi dan itu bisa menggangu akar rumput," Hendri, Senin (27/11/2017).

Dia menyebutkan selain di Jawa Barat, daerah Pilkada Jawa Timur juga bisa menimbulkan konflik. Diketahui, PDI Perjuangan belum tentu akan mendukung Emil Dardak yang dicalonkan partai politik diluar dari PDIP.

"DI Jawa Timur ada Emil yang diusung oleh Demokrat, maka belum tentu PDIP senang," jelasnya.

Menurut dia, politik di Indonesia tidak mudah untuk menebak situasi yang terjadi. Karena kegaduhan yang terjadi di dalam tingkat elit belum tentu berdampak pada akar rumput.

"Kalau di tingkat elite tidak ribut, pasti bawahnya damai. Tapi kalau akar rumput yang ribut, belum tentu di elite juga ikut ribut," ujarnya. [ton]

Komentar

 
x