Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 11 Desember 2017 | 21:49 WIB

Sekjen PAN: Citra DPR Diujung Tanduk

Oleh : Agus Irawan | Jumat, 24 November 2017 | 19:11 WIB
Sekjen PAN: Citra DPR Diujung Tanduk
Sekjen PAN Eddy Soeparno - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Sekjen PAN Eddy Soeparno menilai citra dan kredibilitas institusi DPR serta partai politk berada di ujung tanduk. Menurutnya kasus korupsi e-KTP yang menjerat Ketua DPR Setya Novanto membuat DPR diterjang tsunami.

"DPR sedang dalam kondisi di ujung tanduk, baik dari segi citra dan kredibilitas, hasil survei salah satu citra institusi yang terburuk merupakan DPR dan parpol, ditambah dengan kasus Setya Novanto menjadi tsunami bagi DPR," kata Eddy di diskusi Daksa Forum, Jalan Daksa I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (24/11/2017).

Dia menyebutkan Golkar adalah partai yang mempunyai daya juang yang tinggi, meski diterpa beberapa kasus, saat ini Golkar tetap bertahan.

"Tidak ada institusi di republik ini yang mempunyai daya juang tinggi seperti Golkar, tidak ada juga individu yang survive seperti Pak Novanto, kalau dilihat dari kasus Bank Bali, tapi hingga kini karier politiknya terus naik, terbukti Golkar mendapatkan posisi ke 3," ujarnya.

Dia enggan berkomentar banyak soal kasus hukum yang sedang dihadapi Novanto. "Kita tidak mau mendahului putusan hukum terkait kasus tersebut," ucapnya.

Namun terkait posisi Ketua DPR, dia mengungkapkan, ada 2 hal yang harus diperhatikan atas pergantian Ketua DPR Setya Novanto. "Pergantian Ketua adalah kewenangan Golkar sepenuhnya, dan mengacu pada UU MD3," ungkapnya.

Dia menambahkan berdasarkan UU MD3 bila seorang telah terjerat hukuman diatas 5 tahun penjara, seharusnya secara otomatis gugur sebagai anggota Dewan.

Sebelumnya, Wasekjen Golkar Dave Laksono mengatakan partainya hanya memberi satu kali kesempatan kepada Ketua Umum Golkar, Setya Novanto sampai adanya putusan sidang praperadilan.

Dave menyebut partainya akan menentukan nasib Setya Novanto sebagai Ketua Umum setelah adanya putusan sidang praperadilan.

"Kita akan berikan kesempatan sampai praperadilan dan baru itu diganti, jangan sampai diundurkan," kata Dave di diskusi Daksa Forum, Jalan Daksa 1 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (24/11/2017). [fad]

Tags

Komentar

 
x