Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 14 Desember 2017 | 09:39 WIB

Satgas TPPO Polri Bongkar TKI Ilegal ke China

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Jumat, 24 November 2017 | 10:33 WIB
Satgas TPPO Polri Bongkar TKI Ilegal ke China
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Satuan Tugas Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) telah mengungkap perdagangan orang yang ingin dipekerjakan ke China tanpa adanya penempatan tenaga kerja Indonesia swasta (PTKIS) dan tanpa prosedur ketenagakerjaan.

Kasubdit III Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Kombes Ferdi Sambo menjelaskan petugas melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap TPPO jaringan China tanpa menggunakan PTKIS serta tanpa prosedur ketenagakerjaan.

"Modusnya dengan visa wisata dan jalur pemberangkatan Jakarta-Shanghai. Pelaku bernama Sulikahh alias Sulis," kata Sambo di Jakarta, Jumat (24/11/2017).

Kepala Satgas TPPO Bareskrim Polri ini mengatakan korban bernama Ertin dan kawan-kawan ditangkap dan ditahan oleh Kepolisian China kemudian dipulangkan oleh KBRI China. Menurut dia, kejadian sejak bulan April 2016.

Ia menjelaskan kronologinya korban TKI dijanjikan bekerja di China sebagai pembantu rumah tangga dengan gaji Rp 10 juta perbuan, kemudian para korban ditampung di salah satu hotel kawasan Jakarta Pusat lalu dilakukan medical check up di Jakarta Timur.

"Setelah itu, dilakukan proses pembuatan pasport dengan keterangan untuk wisata dan proses tiketing serta penerbitan visa wisata," ujarnya.


Setelah sampai di Shanghai China, kata Sambo, para korban menandatangani surat kontrak kerja dengan gaji 5000 yuan dengan dipotong 4000 yuan untuk mengganti proses kepengurusan. Selama hutang belum lunas, maka pasport ditahan dan pada faktanya gaji tidak pernah dibayarkan.


"Kemudian para korban ditangkap dan ditahan oleh Kepolisian China karena sebagai TKI Ilegal," jelasnya.

Sementara, lanjut dia, aliran uang dalam proses perekrutan dan pengiriman calon TKI ini diketahui tersangka mendapatkan uang Rp 20 juta perkepala setiap pengiriman TKI dari saudari Linda yang ada di China.

"Kemudian, penerbitan pasport dibantu calo di Imigrasi Jakarta Barat Rp 2 juta perorang, cek medical Rp 200 ribu perorang, penerbitan tiket Rp 7 juta perorang, penerbitan visa Rp 600 ribu perorang dan pemberian uang fit kepada keluarga korban Rp 2 juta," katanya.

Kini, kata Sambo, pihaknya menindaklanjuti kasus ini dengan melakukan pengembangan terhadap para pelaku yang turut serta membantu yakni calo pasport dan visa termasuk penyeidikan terhadap aliran dana tersangka.

"Barang bukti yang disita berupa 28 pasport dan visa wisata, 13 buku rekening, 43 kartu keluarga TKI, 27 akte lahir TKI, 19 KTP TKI dan 3 handphone," tandasnya. [rok]

Tags

Komentar

 
x