Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 13 Desember 2017 | 16:07 WIB

MUI Curigai MK Terkesan Sembunyikan Putusan

Oleh : Fadhly Zikry | Rabu, 22 November 2017 | 17:43 WIB
MUI Curigai MK Terkesan Sembunyikan Putusan
Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsuddin - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) menolak keras putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengabulkan gugatan tentang aliran kepercayaan. Dengan putusan MK tersebut, maka aliran kepercayaan menjadi setara dengan agama.
Kecurigaan MUI bukan tanpa sebab, Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsuddin mencium ada niatan tertentu terkait putusan tersebut.
"Kenapa diam-diam, kita curiga kenapa putusannya diam-diam," kata Din di kantor MUI Jl. Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu (22/11/2017).
Din pun menyayangkan bahwa MK tidak melibatkan ormas islam, MUI, Kementrian dan stakeholder terkait sebelum memutus gugatan tersebut.
"Saya pribadi, kita ingin bernegara dengan taat azas, taat konstitusi, kalau ada lembaga yang menafsirkan sendiri ini berbahaya," ujarnya.
Untuk diketahui, MK mengabulkan permohonan uji materi terkait aturan pengosongan kolom agama pada KK dan KTP. Uji materi diajukan oleh beberapa orang atas nama Nggay Mehang Tana, Pagar Demanra Sirait, Arnol Purba, dan Carlim dengan nomor perkara 97/PUU-XIV/2016.
Dalam putusannya, Majelis Hakim berpendapat bahwa kata "agama" dalam Pasal 61 Ayat (1) dan Pasal 64 Ayat (1) UU No 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan juncto UU No 24 Tahun 2013 tentang UU tentang Administrasi Kependudukan bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat secara bersyarat sepanjang tidak termasuk penganut aliran kepercayaan.
Dengan putusan tersebut dapat diartikan bahwa penganut aliran kepercayaan memiliki kedudukan hukum yang sama dengan pemeluk enam agama yang telah diakui pemerintah dalam memperoleh hak terkait administrasi kependudukan. [ton]

Komentar

 
x