Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 14 Desember 2017 | 09:41 WIB

Din Sebut Cak Imin Pantas jadi Panglima Santri

Oleh : Ajat M Fajar | Rabu, 22 November 2017 | 15:42 WIB
Din Sebut Cak Imin Pantas jadi Panglima Santri
Din Syamsuddin - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Din Syamsuddin menilai sosok Muhaimin Iskandar (Cak Imin) layak menjadi panglima santri dunia yang dideklarasikan oleh puluhan ribu santri di berbagai daerah.

Ia menjelaskan santri dan ulama generasi saat ini harus lebih percaya diri tampil pada tingkat international. Sebab dari segi kualitas, ulama Indonesia tidak kalah pintar dengan beberapa ulama di Timur Tengah.

"Makanya Pak Muhaimin jadi panglima santri tertiggi dunia, bukan nusantara lagi, saya kepala stafnya saja," kelakar Din Syamsuddin saat menjadi Keynote Seaker pada Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Islam Nusantara Center (INC) dengan tema "Maha Guru Ulama Nusantara: Zona Nusa Tenggara Barat" di Masjid Istqlal Jakarta, Rabu (22/11/2017).

Selama ini, Imbuh Din Syamsuddin, kajian tentang Ulama Nusantara sangat jarang dilakukan, padahal banyak sekali Ulama Nusantara, khususnya Ulama Sasambo (Sasak, Samawa dan Mbojo) yang sangat cemerlang di tingkat International.

Misalnya ada ulama asal Sumbawa yang bernama Syeikh Zainuddin yang menjadi Guru di Haromain. "Beliau menjadi pionir di dunia Islam," Imbuh mantan Ketum PP Muhammadiyah ini.

Oleh sebab itu, kajian dan diskusi yang dilaksanakan oleh INC ini patut dikembangkan. Menurut dia kajian seperti ini harus berkelanjutan. "Saya berharap ini bukan akhir dari kajian kita, ini sebaiknya menjadi titik awal diskusi yang lebih dalam," ujar Din.

Sultan Sumbawa, M. Kaharuddin IV dalam sambutannya menambahkan, bahwa pesebaran Islam di NTB berbeda dengan di Jawa, jika di NTB kesultanan menerima Islam lalu diikuti oleh masyarakatnya.

Dalam majlis adat Sumbawa, masyarakat ada dua kamar, ulama dan masyarakat, jika ada perbedaan maka kesultanan harus berpihak kepada ulama. "Yang perlu digarisbawahi adalah peran Ulama dalam mempengaruhi kebijakan kesultanan," katanya.

Hadir dalam acara tersebut Muhaimin Iskandar, Din Syamsuddin, Sumbawa, M. Kaharuddin IV, Prof. DR. Abdul Ghani Abdullah, Dr. M. Wildan, MA, Jazilul Fawaid (Inisiator INC), Zainul Milal Bizawi (Sejarawan Santri dan penulis Buku), serta Ginanjar A Syaban (Direktur INC).[jat]

Komentar

 
x