Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 21 Oktober 2018 | 07:47 WIB

Ahli Waris Ancam Tutup Kantor PDIP

Rabu, 22 November 2017 | 02:06 WIB

Berita Terkait

Ahli Waris Ancam Tutup Kantor PDIP
(Foto: beritajatim)

INILAHCOM, Kediri - Polemik kepemilikan Kantor DPC PDIP Kota Kediri di Jalan Teuku Umar No 83, Kota Kediri kembali menghangat.

Seseorang mengaku ahli waris pemilik tanah dan bangunan akan melakukan penutupan kantor PDIP, pada Rabu (22/11/2017).

"Ahli waris akan minta kembali. Menutup dengan seng," kata Yusuf Ghofur, mengaku sebagai ahli waris melalui pesan whatsapp, Selasa (21/11/2019).

Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi memastikan, tidak akan ada upaya penyegelan terhadap Kantor DPC PDIP Kota Kediri, besok. Pihaknya langsung menerjunkan anggota untuk menetralisir keadaan.

"Saya upayakan besok tidak ada upaya itu. Kalau ada yang memaksakan kehendak, nanti justru ada laporan baru. Dan yang rugi dia sendiri," tegas AKBP Anthon Haryadi.

Menurut Kapolres, Yusuf Ghofur tidak memiliki kewenangan. Dia berharap, jangan sampai emosional sesaat, justru akan merugikan dirinya sendiri.

"Silahkan pasang seng, tetapi kalau ada perlawanan bagaimana. Tugas saya menciptakan situasi kondusif. Prinsipnya dia tidak berkah menyegel. Karena harus mempunyai kekuatan hukum. Polisi saja tidak bisa menyegel. Kalau masih proses, mari kita hormati, jangan sampai berbuat, malah timbul persoalan baru," pintanya.

Terpisah, Anton Lesmana, Infokom DPC PDIP Kota Kediri mengaku, belum mengetahui rencana penyegelan tersebut. Menurutnya, akan segera melapor ke Ketua DPC PDIP mengenai masalah ini.

"Nanti malam kita ada pertemuan, akan kita sampaikan hal ini. Tetapi prinsipnya kantor DPC PDIP itu milik bersama, apa bisa dimiliki satu orang saja," katanya.

Sekedar diketahui, ahli waris sudah mengirimkan surat somasi ke DPC PDIP Kota Kediri. Ahli waris meminta kepada seluruh pengurus untuk pindah dan mengosongkan bangunan. Tanah dan bangunan yang kini digunakan sebagai sekretraiat PDIP tersebut diketahui telah ditempati oleh para pengurus, sejak 12 tahun silam.

Padahal, menurut keterangan pihak ahli waris, tanah dan bangunan ini belum pernah diperjual belikan atau disewakan kepada siapapun termasuk pihak pengurus DPC PDIP.

Ada10 orang ahli waris yang meminta kembali. Selama ini mereka tidak pernah ada jual-beli maupun kesepakatan sewa. Ahli waris memiliki bukti-bukti surat kepemilikan itu berupa Serifikat Hak Milik (SHM) atas nama Moenawaroh, nenek Nenek Yusuf Ghofur.

Ahli waris sudah menempuh proses hukum untuk mengambil hak kepemilikannya, baik melaporkan ke polisi dalam hal ini Polres Kediri Kota, maupun mensomasi ke pihak pengurus. Tetapi, hingga dua kali surat somasi dikirimkan, namun belum mendapatkan balasan.

Permintaan kembali aset milik keluarga tersebut diawali dengan munculnya kabar akan dibangunnya Kantor DPC PDIP, pada September 2016 lalu.

Padahal, tanah dan bangunan tersebut adalah milik almarhumah Moenawaroh. Pemilik sah rumah dan tanah ini sendiri sudah meninggal, pada 21 Oktober 2001 silam dan belum pernah dipindah tangankan.

Pada April 2004 lalu, rumah dan bangunan tersebut telah dipinjamkan oleh Ghofur kepada Bambang Harianto, sebagai kantor DPC PDIP, sebagai simpatisan partai. Namun kini tanah dan bangunan tersebut akan diminta pihak keluarga dengan alasan untuk dibagi waris.[beritajatim]

Komentar

Embed Widget
x