Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 16 Juli 2018 | 17:41 WIB
 

Anoa Kedua Lahir di ABC Manado Jadi Harapan Baru

Oleh : - | Senin, 20 November 2017 | 19:37 WIB
Anoa Kedua Lahir di ABC Manado Jadi Harapan Baru
Anoa di ABC Manado - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Upaya konservasi satwa liar yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kembali memperoleh hasil menggembirakan. Hal ini ditandai dengan kelahiran anak anoa (Buballus sp.) yang kedua secara normal tanpa bantuan medis di Anoa Breeding Centre (ABC) BP2LHK Manado.

Seperti diberitakan sebelumnya pada hari Rabu, 8 November 2017 pukul 21.38 WITA anoa Ana melahirkan bayi betina dengan berat sekitar 3,5 kg, panjang 60 cm, dan tinggi 50 cm di kandang ABC BP2LHK Manado. Kejadian ini merupakan suatu hal yang langka di mana proses kelahiran sendiri berlangsung secara normal dan alami tanpa bantuan medis.

Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Manado, Dodi Garnadi, Senin (20/11/2017) menyatakan, ini adalah kelahiran kedua anoa di ABC BP2LHK Manado. "Kalau kelahiran anoa pada 7 Februari lalu dengan bantuan tenaga medis karena posisi anak anoa yang sungsang maka untuk kali ini kelahiran berlangsung secara alami tanpa bantuan medis," ujar Dodi.

Lebih lanjut Dodi juga menambahkan, kelahiran alami kali ini tidak lepas dari kerja keras para peneliti di ABC BP2LHK Manado yang telah mengamati perilaku anoa dari kelahiran sebelumnya. "Aktivitas fisik yang cukup selama kebuntingan karena anoa Ana dipindahkan ke kandang yang lebih luas pada usia kebuntingan 8 bulan (bulanAgustus), di mana luasan kandang ini cukup memadai untuk persiapan proses kelahiran serta manajemen pakan yang baik juga berpengaruh terhadap kelahiran alami anoa kali ini, yakni komposisi pakan adalah 10% dari berat badan dengan jenis pakan yang diberikan adalah rumput, daun, dan buah-buahan, dengan kacang dan buah-buahan komposisinya lebih banyak," lanjutDodi.

Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati (KKH), Ditjen KSDAE KLHK, Bambang Dahono Adji, sangat bersyukur atas kelahiran anoa untuk kali kedua apalagi secara alami tanpa bantuan medis mengingat anoa susah di breeding di alam.

"Saya sangat mengapresiasi keberhasilan Tim ABC BP2LHK Manado atas kelahiran kedua ini karena anoa susah di-breeding di alam dan kita juga patut berbangga karena ini adalah hasil riset teman-teman peneliti seperti mengamati perilaku dari awal dikawinkan hingga tim dari ABC ini melakukan persiapan dengan matang sampai kelahiran ini berhasil secara alami," ungkap Bambang.

Bambang juga berharap bahwa riset ini bisa dikembangkan di lembaga konservasi lain seperti sanctuary dan studbook atau daftar silsilah dari anoa ini bisa terdokumentasi dengan baik. Studbook atau daftar silsilah ini sangat penting karena menyangkut kemurnian genetic dari anoa ini sendiri dan riset ini diharapkan bisa dikembangkan di lembaga konservasi lain, jangan sampai nasib anoa seperti harimau jawa, harimau bali yang saat ini sudah punah. "Anoa sekarang bukan hanya milik Sulawesi atau Indonesia, tapi anoa sudah menjadi milik dunia," tambah Bambang.

Seperti diketahuiAnoa (Buballus sp.) menjadi salah satu pengisi keanekaragaman hayati di kawasan Wallacea yang perlu diperjuangkan kelestariannya. Anoa adalah hewan endemik Sulawesi yang saat ini termasuk dalam kategori genting dan dilindungi oleh Undang-undang No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Anoa juga digolongkan sebagai satwa terancam punah dalam IUCN Red List of Threatened Animal dan masuk ke dalam Appendix I CITES. Kelahiran anoa ini tentu saja membawa angin segar dan harapan baru bagi konservasi mengingat populasi anoa yang terus menurun. [*]

Komentar

x