Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 24 April 2018 | 23:08 WIB
 

Aliansi Advokat Bela Pengacara Novanto

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Senin, 20 November 2017 | 00:35 WIB
Aliansi Advokat Bela Pengacara Novanto
Pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi - (Foto: inilahcom/Didik Setiawan)

INILAHCOM, Jakarta - Aliansi Advokat Nasionalis mengecam oknum Advokat yang melaporkan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi. Menurutnya, KPK diminta untuk tunduk pada putusan MK.

"Kami peringatkan kepada KPK untuk tunduk dan menghormati putusan MK dan UU Advokat. Jika tidak, KPK akan berhadapan dengan seluruh Advokat dan sarjana hukum se-Indonesia," ujar pendiri AAN, Hudzon Markiano saat jumpa pers di Park Hotel, Jakarta Timur, Minggu (19/11/2017).

Hudson tidak dapat menjelaskan langkah selanjutnya setelah mengecam. AAN hanya merasa terganggu dan terusik karena ada advokat yang sedang menjalankan tugasnya untuk membela klien justru dilaporkan.

"Ribuan advokat saya kira terusik akan terganggu dalam menjalankan tugas kita bayangkan jika advokat dalam membela kliennya kemudian orang bisa melaporkan nah ini kan dilaporkan ke KPK dan KPK merespon kan begitu, yang menjadi masalah kan begitu," ungkapnya

Mereka menuding KPK memperlakukan Novanto secara tidak adil padahal kondisinya masih dalam keadaan sakit. Bahkan Hudson mengatakan KPK membangun opini kepada masyarakat.

"Mengapa KPK begitu luar biasa memperlakukan Novanto apakah KPK juga melakukan hal yang sama kepada tersangka yang lain. Kalau Novanto dinyatakan dia sakit ya dihormati. Ya bagaimana KPK memaksakan diri memeriksa seseorang yang sakit? dan saya kira pengacara juga menjelaskan hal itu ke penyidik namun kami melihat dari mereka ini kan luar biasa membangun opini," pungkasnya.

Seperti diketahui, Koalisi Masyarakat Sipil Anti-Korupsi yang terdiri dari YLBHI, Kontras, ICW, LBH Pers, PBHI, Truth, TII, Pemuda Muhammadiyah, dan GAK melaporkan pengacara Ketua DPR Setya Novanto, Fredrich Yunadi. Fredrich dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan merintangi penyidikan kasus korupsi proyek e-KTP yang menjerat kliennya, Setya Novanto sebagai tersangka.

Komentar

 
Embed Widget

x