Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 19 November 2018 | 00:40 WIB

Pelaporan Fredrich Dinilai Rusak Marwah Advokat

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Minggu, 19 November 2017 | 21:09 WIB

Berita Terkait

Pelaporan Fredrich Dinilai Rusak Marwah Advokat
Pengacara Setya Novanto Fredrich Yunadi menjawab pertanyaan wartawan di RSCM Kencana - (Foto: inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)

INILAHCOM, Jakarta - Aliansi Advokat Nasionalis mengecam oknum Advokat maupun LSM yang melaporkan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi atas tuduhan merintangi penyidikan KPK.

"Bahwa pelaporan terhadap pengacara SN yakni Fredrich Yunadi merupakan pelanggaran yang ingin menghancurkan UU Advokat," ujar penanggung jawab AAN, Johannes L Tobing saat jumpa pers di Park Hotel, Jakarta Timur, Minggu (19/11/2017).

Johannes mengatakan, bahwa Advokat dalam melaksanakan tugas dilindungi oleh UU Advokat. Dia menyebut Advokat tidak dapat dituntut baik secara perdata maupun pidana dalam menjalankan profesinya.

"Dalam Pasal 5 bahwa Advokat sebagai penegak hukum, bebas, dan mandiri yang dijamin oleh hukum dan peraturan perundang-undangan. Dan pada Pasal 6 bahwa Advokat tidak dapat dituntut baik secara perdata maupun pidana dalam kepentingan pembelaan klien," jelasnya.

"MK juga sudah menegaskan Hak Imunitas Advokat di dalam dan di luar pengadilan Pasal 16 UU No.18 Tahun 2003 Tentang Advokat," tambah dia.

Dia menilai sekelompok Advokat yang dimotori oleh Indonesian Corruption Watch, Saudara Petrus, Saor Siagian merupakan tindakan pelemahan marwah Advokat.

"Kami menyatakan jangan sampai banyak orang yang mengaku-ngaku sebagai advokat/bukan Advokat atau sudah dipecat sebagai Advokat. Memperingatkan KPK jangan coba-coba merendahkan martabat Advokat, jangan coba-coba mengkriminalisasi Advokat," tegas dia.

Seperti diketahui, Koalisi Masyarakat Sipil Anti-Korupsi yang terdiri dari YLBHI, Kontras, ICW, LBH Pers, PBHI, Truth, TII, Pemuda Muhammadiyah, dan GAK melaporkan pengacara Ketua DPR Setya Novanto, Fredrich Yunadi. Fredrich dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan merintangi penyidikan kasus korupsi proyek e-KTP yang menjerat kliennya, Setya Novanto sebagai tersangka.

Komentar

Embed Widget
x