Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 14 Desember 2017 | 09:40 WIB

Lima Perwira TNI Menolak Kenaikan Pangkat

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Minggu, 19 November 2017 | 19:39 WIB
Lima Perwira TNI Menolak Kenaikan Pangkat
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengapresiasi kinerja jajarannya dalam membebaskan warga Papua yang tersandera selama lebih dari sepekan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.

Dalam video yang diunggah akun Twitter Kodam III Siliwangi, Minggu (19/11/2017), lima (5) perwira TNI yang memimpin pembebasan sandera tersebut menolak kenaikan pangkat yang diberikan Gatot. Mereka beralasan membebaskan sandera merupakan tanggungjawab mereka.

"Lima perwira diwakili komandan upacara menyampaikan keberhasilan adalah milik anak buah, kegagalan adalah tanggung jawab para perwira sehingga secara halus mereka menolak kenaikan pangkat," kata Gatot.

Kenaikan pangkat itu diberikan kepada 62 perwira yang terlibat dalam satuan gabungan pembebasan sandera. Karena menolak kenaikan pangkat, kelima perwira tersebut akan diberikan pelatihan khusus yang mana mendahului para rekannya.

"Saya ulangi para perwira meminta menjelaskan keberhasilan adalah milik anak buahnya. Apabila kegagalan adalah tanggung jawab para perwira, maka sepantasnya yang mendapatkan kenaikan pangkat hanya anak buahnya maka 5 perwira tidak menerima kenaikan pangkat tapi diberikan latihan khusus mendahului rekan-rekannya," ujar Gatot.

Gatot menyebut kesigapan para prajuritnya perlu menjadi teladan bagi seluruh prajurit lainnya. Dia mengapresiasi secara khusus kelima perwira tersebut yang memimpin para rekannya untuk membebaskan sandera dari dua desa di Tembagapura.

"Ini adalah contoh dan teladan prajurit yang tidak mengutamakan kepetingan pribadi tapi hanya untuk kepentingan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 1300 lebih tersandera tapi dengan senyap, cepat bisa memisahkan dan mengisolasi sehingga 347 sandera bisa selamat semuanya tanpa luka sedikit pun. Kemudian pangdam datang ke tempat sasaran dan semuanya bisa didamikan dengan selamat," jelas Gatot.

Sebelumnya diketahui, sekitar 500 warga lokal dan pendatang, yang sebelumnya menolak, kini bersedia dievakuasi. Rencananya, mereka akan dievakuasi menggunakan bus antipeluru pada Senin (20/11/2017) mendatang.

Sementara, 344 warga yang sudah dievakuasi kini sudah berada di lokasi yang aman di Tembagapura. Para sandera kink membutuhkan lebih banyak bantuan berupa pangan, obat-obatan dan pakaian.


Komentar

 
x