Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 21 November 2017 | 03:48 WIB

Jokowi: Susi Kalau Nenggelamin Kapal Enggak Mikir

Oleh : Ray Muhammad | Rabu, 15 November 2017 | 14:03 WIB
Jokowi: Susi Kalau Nenggelamin Kapal Enggak Mikir
Presiden Joko Widodo (Jokowi) - (Foto: inilahcom/Ray Muhammad)
facebook twitter

INILAHCOM, Manado - Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak sungkan untuk memuji kinerja menteri-menterinya dalam menghadapi masalah ekonomi dan keamanan kekayaan biota laut Indonesia di hadapan kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI).

Demikian disampaikan Jokowi dalam sambutannya pada Kongres Trisakti GMNI ke-20 yang digelar di Graha Gubernuran, Bumi Beringin, Manado, Sulawesi Utara, Rabu (15/11/2017).

Pertama, ia menyinggung soal disvestasi saham PT Freeport yang selama berpuluh-puluh tahun Indonesia hanya mendapatkan saham sebesar 9 persen.

"Berpuluh tahun kita hanya diberi 9 persen dan diem saja. Saya enggak tahu diamnya karena apa. Apakah takut? Apakah karena diberi sesuatu? Karena memang saya enggak mengerti. Akan tetapi, saya sampaikan, ini negosiasinya sudah tiga tahun. Sudah kuat-kuatan. Kuat mana, negosiasi enggak perlu kita," jelas Jokowi.

Ia pun langsung menugaskan tiga orang menterinya untuk menyelesaikan masalah disvestasi saham ini agar Indonesia mendapatkan keuntungan yang lebih.

"Ini yang saya tugaskan tiga (menteri). Terakhir ini saya tugaskan Menteri Keuangan Sri Mulyani Menteri ESDM Ignasius Jonan dan Menteri BUMN (Rini Soemarno). Negosiasi terus meminta 51 persen, jangan mundur. Mau minta 51 persen saja kok, takut. Ragu-ragu kenapa sih? Jangan mundur, terus. Enggak apa-apa tiga tahun. Saya yakin kita dapat. Kalau kita ragu-ragu ya, dimainin terus," paparnya.

Kemudian Jokowi juga menyinggung soal Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang dinilai mampu menjaga keamanan kekayaan sumber daya alam laut Indonesia.

"Masalah kekayaan laut kita. Berapa tahun kita diamkan saja, kapal ada 7.000 sampai 8.000 lalu lalang mengambil ikan di tempat kita. Masa kita diamkan saja. Ini kita mengerti, apa memang kita enggak mengerti, mengerti tapi diam atau memang enggak mengerti. Masa diam saja, untung kita punya Menteri Susi. Menteri Susi itu kalau mau nenggelamin ya enggak pakai mikir," tuturnya.

Jokowi pun menegaskan jika ilegal fishing terus dibiarkan, maka akan merugikan penghasilan dan produktivitas nelayan tanah air.

"Kalau ini (illegal fishing) diteruskan habis ini. Lalu yang kena siapa? Nelayan kita. Dalam sekian dekade ini, nelayan itu (jumlahnya) turun sampai separuh. 1,6 juta menjadi 800.000 nelayan. Sekarang memang ikannya enggak ada. Mereka pindah profesi. Hal seperti ini yang enggak pernah kita perhatikan. Siapa yang harus melindungi SDA laut kita? Ya, harus kita sendiri. Bukan minta-minta negara lain untuk melindungi SDA laut kita. Enggak akan," tandasnya.[jat]

Tags

Komentar

 
x