Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 21 November 2017 | 03:53 WIB

GMNI Klaim Gagas Hari Santri Nasional

Oleh : Ray Muhammad | Rabu, 15 November 2017 | 12:13 WIB
GMNI Klaim Gagas Hari Santri Nasional
Hari Santri Nasional - (Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Manado - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka Kongres Trisakti Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) ke-20 di Graha Gubernuran, Bumi Beringin, Manado, Sulawesi Utara, Rabu (15/11/2017) pagi.

Acara ini diawali dengan sambutan dari Ketua Presidium GMNI Chrisman Damanik. Ia menyampaikan ucapan terimakasih atas kesediaan Jokowi yang telah menetapkan tanggal 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila.

"Indonesia di bawah kepemimpin Jokowi telah menetapkan Hari Lahir Pancasila. Hal ini menegaskan sejarah bahwa Pancasila adalah final," kata Chrisman dalam sambutannya.

Ia pun mengingatkan seluruh kader GMNI untuk senantiasa merapatkan barisan dalam menghadapi isu-isu SARA yang belakangan ini ramai berkembang di masyarakat.

"Menghadapi isu-isu SARA mari kita saling merapatkan barisan. Jangan mau dipecahkan orang-orang yang ingin memisahkan kita," ucapnya.

Chrisman kemudian melaporkan kepada Jokowi bahwa sejauh ini GMNI telah merangkul mahasiswa-mahasiswa yang berasal dari berbagai kampus, mulai dari umum hingga yang berlatarbelakang agama.

Bapak Presiden, di dalam perjuangannya GMNI merangkul mahasiswa-mahasiswa dari kampus-kampus yang berasal dari berlatar belakang agama, baik bertatar belakang Kristen atau Islam," ujarnya.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa saat ini komisariat-komisariat GMNI telah bertumpu pada universitas-universitas Islam untuk mengembangkan dan mensosialisasikan pemimiran-pemikiran Islam Proklamator RI Soekarno.

"Banyak pemikiran Islam Bung Karno yang selama ini tidak diketahui. Kami ingin sampaikan juga bahwa GMNI bukanlah komunis dan bukan bagian dari komunis," ungkapnya.

Pada sambutannya, ia juga mengklaim bahwa pencanangan Hari Santri Nasional pada 22 Oktober digagas oleh kader GMNI hingga akhirnya dapat terealisasikan di pemerintahan Jokowi-JK.

"Latar belakang Hari Santri Nasional saat itu Pak Ahmad Basarah mendampingi Pak Jokowi kampanye Pilpres 2014. Bapak Jokowi diberikan kontrak politik untuk menandatangani jika terpilih sebagai presiden akan menetapkan hari santri nasional. Hingga ditetapkan seperti sekarang," paparnya. [rok]

Tags

Komentar

 
x