Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 23 November 2017 | 20:11 WIB

Pencabutan BAP Miryam Tak Jamin Novanto Lolos

Oleh : Indra Hendriana | Selasa, 14 November 2017 | 17:24 WIB
Pencabutan BAP Miryam Tak Jamin Novanto Lolos
Wakil Bendahara Umum Partai Golkar Zulhendri Hasan - (Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Wakil Bendahara Umum Partai Golkar Zulhendri Hasan selesai diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait penyidikan kasus yang menjerat Markus Nari.

Dia mengamini dalam pemeriksaan pemeriksaan tadi penyidik bertanya dugaan merintangi penyidikan yang dilakukan Markus Nari. Yakni, upaya mempengaruhi Miryam S. Haryani mencabut berita acara pemeriksaan (BAP).

Dia menjelaskan pencabutan BAP yang dilakukan oleh Miryam tidak menjamin Ketua DPR Setya Novanto lolos dari jeratan kasus eKTP. Hal itu dia sampaikan kepada pengacara Farhat Abbas lewat telepon saat membicarakan terkait pencabutan BAP Miryam.

"Saya berpandangan kalau dicabut itu BAP (oleh Miryam), itu tidak akan mempengaruhi posisi pak Novanto. Karena apa? Penyidik itu nggak bodoh saya bilang," kata Zulhendri di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (14/11/2017).

Politikus Golkar itu mengklaim tidak mengetahui pencabutan BAP Miryam. Dia mengaku mengetahui adanya pencabutan BAP Miryam itu justru dari Farhat.

Dia menepis bahwa dirinya yang menyampaikan perihal pencabutan BAP Miryam sebagaimana yang disampaikan Farhat dan Elza Syarief ketika bersaksi di persidangan Miryam.

"Adanya konstruksi pencabutan BAP itu saya justru tau dari saudara Farhat," ujar dia.

Dalam kesempatan ini ia mengatakan penyidik sudah memiliki bukti lain soal dugaan keterlibatan Novanto di kasus yang ditaksir merugikan uang negara Rp 2,3 triliun.

"Sekalipun BAP miryam dicabut tentu sudah ada bukti-bukti petunjuk lain atau keterangan-keterangan saksi lain yang menyebutkan hal yang sama. Sekalipun itu dicabut tidak akan mempengaruhi," kata dia.

Miryam dalam kasus pencabutan BAP di persidangan Irman dan Sugiharto sudah divonis bersalah pada 23 Maret 2017. Dia divonis lima tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider tiga bulan kurungan.

Novanto sendiri sekarang sudah dijadikan tersangka oleh oleh KPK. Besok Novanto akan diperiksa sebagai tersangka. [rok]

Tags

Komentar

 
x