Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 25 November 2017 | 16:26 WIB

Polri: Kasus Agus-Saut Bisa Saja Dihentikan

Oleh : Muhamad Yusuf Agam | Selasa, 14 November 2017 | 15:53 WIB
Polri: Kasus Agus-Saut Bisa Saja Dihentikan
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto - (Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kasus Pemalsuan Surat dan Penyalahgunaan wewenang yang menyeret Ketua KPK Agus Rahardjo dan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang sudah naik ditingkat penyidikan.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan meski penyidik sudah mengeluarkan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) bukan berarti ada tersangka. Bahkan kasus ini bisa saja dihentikan jika memang penyidik tak memilki bukti yang kuat.

"Jangan berpikir seperti di KPK, kalau di KPK kan keluar sprindik, langsung tersangka kan. Apabila nanti dalam perjalanan (perkara pimpinan KPK) ternyata tidak ada bukti-bukti yang kuat, maka bisa saja dihentikan dengan SP3," jelas Setyo kepada wartawan usai diskusi, Jakarta Selatan, Selasa (14/11/2017).

Setyo menjelaskan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) yakni memberitahu kepada Kejaksaan, Pelapor, dan Terlapor bahwa penyidik akan melakukan penyidikan dengan mencari bukti yang kuat untuk mencari titik terang dari kasus ini.

"Jadi saya ingatkan kembali SPDP adalah surat pemberitahuan dimulainya penyidikan. Artinya, dimulainya penyidikan ini, kita akan mencari bahan keterangan yang sebanyak-banyaknya untuk mengungkap, membuka, menjadi terang satu perkara. Itu yang perlu dipahami," terang Setyo.

Wakapolri Komjen Syafruddin sebelumnya mengatakan hal yang sama dengan Setyo. Syafruddin menerangkan penerbitan SPDP dari kepolisian tidak identik dengan penetapan tersangka seperti Sprindik KPK.

"SPDP tidak identik dengan tersangka, tapi KPK begitu sprindik, identik tersangka itu sesuai undang-undang. Tapi di Polri itu (penetapan tersangka) berdasarkan KUHAP," tandasnya.[jat]

Komentar

 
x