Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 21 November 2017 | 03:50 WIB

KPK Masih Dalami Sumber Suap Lain Dirjen Hubla

Oleh : Indra Hendriana | Selasa, 14 November 2017 | 10:58 WIB
KPK Masih Dalami Sumber Suap Lain Dirjen Hubla
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah - (Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Penyidik Komisi Pemberantasa Korupsi (KPK) masih menelusuri pihak lain yang memberikan uang suap pada Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan nonaktif Antonius Tonny Budiono (ATB).

KPK menduga ada beberapa pihak yang ikut memberikan suap ke Antonius terkait pengurusan perizinan dan pengadaan proyek-proyek di lingkungan Ditjen Perhubungan Laut (Hubla).

Pendalaman dilakukan oleh penyidik dengan memanggil saksi-saksi. Salah satunya adalah Direktur PT Warga Kusuma Jaya (WKJ) Herlin Wijaya.

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka ATB (Antonius Tonny Budiono)," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Selasa (14/11/2017).

Kemudian, penyidik juga memanggil dua saksi lainnya yakni, Kepala Unit Pelaksana Proyek (UPP) Kelas II Bajomulyo Juwana, Edi Sukisno dan Karyawan Swasta, Innaka Winahyu Nasution. Keduanya juga diperiksa untuk tersangka Antonius Tonny Budiono.

Dalam penyidikan kasus ini, KPK juga sudah melakukan pemeriksaan pada Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Pemeriksaan itu dilakukan karena KPK menduga Budi melihat, mendengar atau mengetahui kasus ini.

KPK diketahui tengan menelisik dugaan keterlibatan pihak lain dalam kasus ini. Sebab, Uang suap yang diterima Antonius Tonny Budiono saat menjabat sebagai Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perbungan disebut dari banyak pengusaha. Uang suap itu disimpan di 33 tas.

"Menurut yang bersangkutan (33 tas isi uang) itu dari banyak pihak. Jadi dari banyak pihak bukan dari satu pengerukan," kata Ketua KPK Agus Rahardjo, Kamis (30/8/2017) malam.

Uang Rp1,174 miliar itu diduga suap dari Komisaris PT Adhiguna Keruktama Adiputra Kurniawan, terkait pengerjaan pengerukan alur pelayaran di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah. Sementara sisanya senilai Rp 18,9 miliar dari pengusaha lain.

"Kan proyek itu banyak sekali. Saya nggak hafal, tapi itu dari banyak pihak," tuturnya.

Dalam kasus ini KPK sudah menjadikan dua orang sebagai tersangka. Mereka adalah mantan Dirjen Hubla Antonius Tonny Budiono dan Komisaris PT Adhiguna Keruktama, Adhiputra Kurniawan.

Akibat perbuatannya, Tonny selaku penerima suap dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12 B UU nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Sementara Adiputra yang ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. [rok]

Tags

Komentar

 
Embed Widget

x