Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 25 November 2017 | 01:45 WIB

Kasus e-KTP

Dalam Rekaman Disebutkan Adanya Jatah ke Novanto?

Oleh : - | Senin, 13 November 2017 | 20:43 WIB
Dalam Rekaman Disebutkan Adanya Jatah ke Novanto?
(Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Jaksa penuntut umum (JPU) dari KPK Wawan Yunarwanto mencecar isi rekaman percakapan mantan Direktur Pengelola Informasi Adminitrasi Kependudukan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Sugiharto dan Direktur PT Biomorf Johannes Marliem dalam sidang lanjutan dalam pekrkara kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP.

Sugiharto menyebutkan percakapan tersebut terjadi di kantornya, "Percakapan terjadi di ruang saya," kata Sugiharto saat bersaksi untuk terdakwa Andi Narogong di Pengadilan Tipikor, Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (13/11/2017).

Sugiharto mengaku pertemuan tersebut untuk membahas konflik yang terjadi antara Dirut PT Quadras Solution, Anang Sugiana Sudihardjo dan Marliem, " Kalau setiap Johannes ketemu saya, dia minta tagihkan utangnya ke Anang, tetapi kalau saat bertemu bertiga, Johannes tidak ada bahas soal utang," jelas Sugiharto.

Jaksa mendalami keterangan soal hitung-hitungan jatah proyek e-KTP untuk pengusaha Andi Narogong dan Anang Sugiana. Kemudian Jaksa Wawan menanyakan soal jatah yang dimaksud, "Terkait jatah Anang dan Andi," jawab Sugiharto.

Sugiharto mengatakan adanya pembahasan jatah duit untuk bos Andi Narogong, "Bosnya Andi ya SN," jelasnya.

Dalam rekaman tersebut membeberkan Setya Novanto mendapatkan jatah Rp60 miliar dalam proyek pengadaan e-KTP. Mulanya, Sugiharto menyampaikan jatah untuk Novanto yang ketika itu menjabat Ketua Fraksi Golkar diberikan sebesar Rp 100 miliar, tetapi baru ada Rp 60 miliar.

Sugiharto menuturkan saat itu ada perhitungan yang belum mencapai titik temu antara Anang dan Andi serta Johannes Marliem.

"Ada hitungan di lapangan yang sampai sekarang belum dihitung, kami melakukan perhitungan," paparnya.

Pada saat Jaksa menanyakan jatah Rp 60 miliar diberikan untuk siapa, "Untuk Andi, terus Andi untuk bosnya," ucapnya. [ton]

Komentar

 
x