Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 25 November 2017 | 01:45 WIB

Rabu, KPK Periksa Novanto Sebagai Tersangka

Oleh : Indra Hendriana | Senin, 13 November 2017 | 19:15 WIB
Rabu, KPK Periksa Novanto Sebagai Tersangka
Juru Bicara KPK Febri Diansyah - (Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memanggil Ketua DPR RI Setya Novanto sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP. Dia akan dipanggil pada hari Rabu 15 November 2017.

Pemanggilan tersangka ini adalah untuk pertama kali setelah Ketua Umum Partai Golkar itu dijadikan tersangka kembali oleh KPK.

"SN (Setya Novanto) akan dipanggil sebagai tersangka dalam proses penyidikan yang sudah dilakukan," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Jakarta, Senin (13/11/2017).

Febri menjelaskan, penyidik sudah melayangkan surat pemanggilan pada Novanto. Dengan begitu, dia berharap Novanto bisa hadir penuhi panggilan.

"Kami harap yang bersangkutan mematuhi aturan hukum dan memberikan contoh yang baik sebagai pimpinan lembaga negara, untuk bisa datang pada proses pemerikssan di institusi penegak hukuk termasuk KPK," kata Febri.

KPK kembali menetapkan Ketua DPR Setya Novanto sebagai tersangka kasus megakorupsi KTP elektronik (e-KTP) pada Jumat 10 November 2017.

Novanto selaku anggota DPR periode 2009-2014 bersama-sama Anang Sugiana Sudihardjo, Andi Agustinus alias Andi Narogong, Irman selaku Dirjen Dukcapil dan Sugiharto sebagai pejabat di Kemendagri, diduga dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau koorporasi, menyalahgunakan wewenang atau jabatan yang ada padanya saat itu.

"Sehingga diduga merugikan perekonomian negara sejumlah Rp2,3 triliun dengan nilai paket pengadaan Rp5,9 triliun dalam pengadaan paket KTP elektronik 2011-2012 pada Kemendagri," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang.

Atas dasar itu, Novanto disangka melanggar Pasal 2 ayat 1 subsider Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 2009 tentang Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001, jo Pasal 55 ayat 1 KUHP.[jat]

Komentar

 
x