Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 24 Februari 2018 | 21:05 WIB
 

Tak Ditemui Kapolri

AMPG Desak Polri Usut Tuntas Kasus Agus-Saut

Oleh : Muhamad Yusuf Agam | Senin, 13 November 2017 | 15:31 WIB
AMPG Desak Polri Usut Tuntas Kasus Agus-Saut
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) menyambangi Mabes Polri untuk menemui Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Kedatangannya ingin memastikan Polri tetap meneruskan SPDP (Surat Pemberitahuan Dimilainya Penyidikan) yang dikeluarkan Polri untuk menyidik Ketua KPK Agus Rahardjo dan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang.

"Baru saja kami ingin bertemu Kapolri tapi beliau ada acara di Ambon. Tujuan kami datang ke Mabes Polri adalah pertama untuk memastikan bahwa polri harus konsisten dan terus melakukan proses hukum terhadap peristiwa belum lama ini adanya SPDP terhadap dua pimpinan KPK," kata Ketua Harian PP AMPG, Mustafa di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (13/11/2017).

Mustafa menginginkan tak ada kelompok lain yang berhak untuk mengintervensi Polri dalam mengusut kasus ini. Dia akan terus mendukung langkah Polri sepanjang memiliki bukti yang kuat.

"Karena kami bagian d masyarakat Indonesia khususnya generasi muda tidak boleh ada kelompok lain yang mengatakan bahwa Polri harus menghentikan ini sepanjang ada bukti maka kita mendukung kepolisian untuk terus memproses. Kita berharap minta kepada kepolisian untuk tidak ragu melakukan proses ini karena kita adalah negara hukum," ujarnya.

Saat ditanyai wartawan soal pernyataan Presiden Jokowi bahwa Polri harus menghentikan porses hukum terhadap dua pimpinan KPK jika tak ada bukti, Mustafa mengatakan tak ada yang bisa menghentikan kasus ini apalagi karena kepentingan politik.

"Saya kira, saya tidak mau mengomentari apa yang disampaikan Jokowi, tidak, itu hak beliau untuk berkomentar. Nanti biar proses ini di peradilan kalau tidak cukup bukti. hukum yang bisa mengatakan ini SP3 dan lain-lain, kami tau bahwa pihak polisi sudah melakukan proses oleh karena itu jangan dihentikan, diteruskan saja," jelasnya.

Seperti diketahui, penyidik Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri telah mengeluarkan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) pada Selasa (7/11). SPDP ini keluar setelah penyidik memeriksa 1 saksi ahli bahasa, 3 saksi ahli Pidana, 1 saksi ahli tata hukum negara dan saksi pelapor.

"Per tanggal 7 November laporan pengacara Novanto ditingkatkan menjadi penyidikan, laporan ini terkait penyalgunaan kekuasaan dan pemalsuan surat," kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Setyo Wasisto di Mabes Polri, Rabu (8/11/2017).[jat]

Komentar

 
Embed Widget

x