Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 25 November 2017 | 01:45 WIB

Pergantian Panglima Perlu Digilir Tiap Angkatan

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Minggu, 12 November 2017 | 22:30 WIB
Pergantian Panglima Perlu Digilir Tiap Angkatan
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo - (Foto: inilahcom/Agus Priatna)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Deputi Direktur Elsam, Wahyudi Djafar berharap pengganti Jenderal Gatot Nurmantyo sebagai Panglima TNI bisa membawa institusi tersebut menjadi aktor pertahanan yang semakin profesional dan modern serta dapat mendorong proses reformasi TNI.

Menurut dia, pergantian Panglima TNI ke depan sudah seharusnya dijalankan dengan mempertimbangkan pola rotasi atau dijabat secara bergiliran oleh tiap-tiap matra atau angkatan.

Hal ini juga telah ditegaskan dalam Pasal 13 (4) Undang-Undang TNI bahwa jabatan Panglima TNI dapat dijabat secara bergantian oleh Perwira Tinggi aktif dari tiap-tiap angkatan yang sedang atau pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan.

"Artinya, jika melihat Panglima TNI saat ini yang berlatarbelakang Angkatan Darat, maka posisi Panglima TNI berikutnya sepatutnya dirotasi kepada Angkatan Udara (AU) atau Angkata Laut (AL)," katanya di Jakarta, Minggu (12/11/2017).

Ia menjelaskan penerapan pola rotasi jabatan Panglima TNI tentu saja penting bukan hanya karena telah dimandatkan oleh UU TNI, tetapi juga demi membangun soliditas dan profesionalitas di dalam tubuh TNI.

"Pola rotasi jabatan Panglima TNI akan semakin menumbuhkan rasa kesetaraan dalam TNI. Rasa setara ini akan menjadikan aspek kesatuan antarmatra lebih baik," ujarnya.

Lebih jauh, kata dia, kebijakan merotasi jabatan Panglima TNI berikutnya kepada matra udara atau laut juga selaras dengan agenda kepentingan pemerintah untuk membangun dan memperkuat kekuatan maritim Indonesia.

Sehingga, lanjut dia, dalam upaya mendukung itu rotasi jabatan Panglima TNI yang sekarang dijabat oleh matra darat kepada angkatan udara atau angkatan laut sangat penting.

"Membangun maritime security membutuhkan pembangunan kekuatan terintegrasi antar angkatan udara dan angkatan laut dengan tidak meninggalkan kekuatan angkatan darat," jelas dia.[ris]

Komentar

 
x