Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 21 November 2017 | 03:58 WIB

Novanto Tersangka, Langkah KPK Masih Disangsikan

Oleh : Happy Karundeng | Minggu, 12 November 2017 | 08:01 WIB
Novanto Tersangka, Langkah KPK Masih Disangsikan
Waketum Partai Gerindra Arief Poyuwono - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Waketum Partai Gerindra Arief Poyuwono mengatakan dalam pengamatannya dalam proses sidang korupsi eKTP, memang tidak ada bukti kuat Ketua DPR Setya Novanto menerima sejumlah uang.

Untuk itu ia menilai kualitas putusan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih bisa disangksikan. Untuk itu KPK harus memiliki bukti yang kuat untuk menjerat Novanto.

"Jadi disangsikan juga sih secara kualitas nya KPK dalam menentukan Setnov sebagai tersangka," katanya kepada INILAHCOM, Sabtu (11/11/2017).

Ia menjelaskan, dalam persidangan jelas belum ada satupun bukti yang betul-betul menguatkan Ketua DPR RI itu menerima uang dari korupsi eKTP. Selama ini masih terus menggunakan inisial.

"Disangsikan kenapa, karena aliran dana tidak ada ke Setnov pribadi ya. Semua hanya berdasarkan rekaman dan pengakuan itupun pakai initial S ya," ulasnya.

Sebelumnya, Pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi resmi melaporkan Ketua KPK Agus Rahardjo dan kawan-kawan ke Bareskrim Polri usai menetapkan Novanto sebagai tersangka lagi pada Jumat (10/11/2017) malam.

"Kami dari tim kuasa hukum telah resmi melaporkan ke Bareskrim. Disini yang kita laporkan ada Agus Rahardjo, Aris Budiman (Dirdik KPK), Saut Situmorang (Wakil Ketua KPK), Adam Manik," katanya di Bareskrim.

Ia menjelaskan pihaknya melaporkan dugaan tindak pidana yang diatur dalam Pasal 414 juncto Pasal 421, dimana isi dari Pasal 414 adalah barang siapa melawan putusan pengadilan diancam hukuman penjara 9 tahun. Lalu, Pasal 421 itu menyalahgunakan kekuasaannya diancam satu tahun penjara.

"Mereka yang tanda tangani surat itu semua (penetapak tersangka Novanto). Kami sudah berikan bukti dimana SPDP yang diumumkan itu bukti dimana oknum KPK melakukan penghinaan terhadap putusan pengadilan," ujarnya.

Diketahui, KPK secara resmi mengumumkan status Ketua DPR Setya Novanto dalam kasus dugaan korupsi e-KTP. Lewat jumpa pers bersama Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, KPK memastikan status Novanto kembali jadi tersangka. Novanto disangka melangar pasal 2 ayat 1 subsider pasal 3 UU tipikor junto pasal 55 ayat 1 ke-1.

"KPK menerbitkan sprindik 31 Oktober atas nama tersangka SN (Setya Novanto) selaku anggota DPR periode 2009-2014," kata Saut, Jumat (10/11/2017). [hpy]

Komentar

 
Embed Widget

x