Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 21 November 2017 | 03:44 WIB

Pengamat Apresiasi Jokowi Soal SPDP Pimpinan KPK

Oleh : - | Jumat, 10 November 2017 | 19:04 WIB
Pengamat Apresiasi Jokowi Soal SPDP Pimpinan KPK
Pakar hukum tata negara Margarito Kamis - (Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Presiden Jokowi angkat bicara terkait SPDP atau telah dimulainya penyidikan laporan terhadap Ketua KPK Agus Rahardjo dan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang.

Jokowi mempersilahkan Polri untuk tetap melanjutkan atau meneruskan SPDP jika memiliki fakta yang didukung oleh alat bukti yang kuat, atau menghentikan SPDP jika Polri tidak memiliki bukti.

Pakar hukum tata negara Margarito Kamis mengapresiasi pernyataan Presiden Jokowi yang dinilai bijaksana karena mengedepankan supremasi hukum, dimana posisi atau kedudukan setiap warga negara sama di mata hukum.

"Saya setuju, pernyataan Presiden, profesional, dalam arti kalau ada bukti ya proses, kalau tidak ada bukti jangan proses," kata Margarito saat dihubungi, Jumat (10/11/2017).

Margarito menambahkan, Presiden Jokowi menginginkan jika ada bukti maka Polri dipersilahkan melakukan proses hukum selanjutnya.

"Dengan begitu maka pesan lain yang disampaikan Presiden ke polisi jangan mengada-ada, fakta harus cukup, itu paling penting. Kalau itu sudah ada, tidak ada alasan bagi kepolisian untuk menghentikan. Itu yang dapat saya maknai dari pernyataan Presiden," ujarnya.

Adanya kekhawatiran hubungan Polri dan KPK akan kembali tegang terkait SPDP tersebut, Margarito pun menilai bahwa sikap Presiden Jokowi tepat bahwa hubungan KPK-Polri tidak akan terganggu.

"Iya betul itu, kalau KPK salah misalnya, ya diproses, jangan diartikan rusak hubungannya. Artinya polisi mengedepankan prinsip hukum. Prinsip itu kan tidak bisa dikesampingkan dengan status seseorang itu misalnya sebagai komisioner KPK. Saya menilai pernyataan presiden under konstitution, sesuai konstitusi, saya pikir sikap itulah yang semestinya diambil Presiden," tandasnya.

Sebelumnya Presiden Jokowi mengatakan, jika SPDP tersebut memiliki bukti maka Polri dipersilahkan melanjutkan penyelidikan. Jokowi juga berharap penyidikan Polri terhadap pimpinan KPK ini tidak menggangu hubungan antara dua lembaga penegak hukum. Kepala Negara juga meminta penyidikan ini tak membuat gaduh.

"Kalau ada proses hukum, proses hukum. Saya sudah minta dihentikan kalau ada hal seperti itu (tidak ada bukti/fakta). Hubungan KPK-Polri baikbaik saja. Saya minta agar tidak ada kegaduhan," kata Jokowi di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (10/11/2017). [rok]

Tags

Komentar

 
Embed Widget

x