Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 25 November 2017 | 01:47 WIB

Polri Selidiki Hotel yang Pesan Gula Rafinasi

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Jumat, 10 November 2017 | 16:26 WIB
Polri Selidiki Hotel yang Pesan Gula Rafinasi
Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Pol Agung Setya - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Pol Agung Setya mengatakan pihaknya masih mendalami hotel-hotel mana saja yang mendapatkan distribusi gula rafinasi yang diduga diselewengkan oleh PT Crown Pratama (CP).

Kini, Direktur Utama PT CP Benyamin Budiman sudah ditahan oleh penyidik Bareskrim Polri karena diduga telah melakukan penyelewengan distribusi gula rafinasi.

"Kita ingin melihat bahwa apakah ini adalah fenomena merembesnya gula rafinasi yang diimpor ke pasar konsumsi, kita ingin dalami," katanya di Bareskrim Polri, Jumat (10/11/2017).

Menurut dia, berdasarkan keterangan sementara ada lima hotel yang pesan gula tersebu, namun hotel-hotel itu belum bisa disebutkan karena masih dalam penyidikan.

"Tidak hafal, ada 5 hotel yang didalami di wilayah Jakarta dulu," ujarnya.

Ia mengatakan penyidik masih mendalami karena cara pemesanan juga bermacam-macam, yakni ada yang langsung melalui distributor dimana hotel yang ada grup itu memesan dan pemesannya belum sempat ditanyakan penyidik.

"Pemesannya yang lagi kita dalami," jelas dia.

Sebelumnya, penyidik Bareskrim Polri melakukan penggeledahan di Gudang PT. Crown Pratama Jalan Pool PPD Prima Center 2 Blok D No. 6 RT 10 RW 02 Kelurahan Kedaung Kaliangke Kecamatan Cengkareng Kota Jakarta Barat pada 13 Oktober 2017.

Dari hasil penggeledahan ditemukan barang bukti 200 sak gula rafinasi ukuran @ 50 Kg, serta 82.500 sachet gula rafinasi siap konsumsi, dan gulungan kertas bertuliskan nama hotel serta cafe untuk kemasan gula rafinasi sachet.

Sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 117 tahun 2015 Pasal 9 diterangkan bahwa gula kristal rafinasi hanya bisa didistribusikan kepada industri.

Selain itu, pada SK Menteri Perdagangan Nomor 527 Tahun 2004 juga menerangkan bahwa gula rafinasi dilarang digunakan untuk konsumsi.

Atas perbuaan tersebut, tersangka dipersangkakan Pasal 139 jo Pasal 84 dan Pasal 142 jo Pasal 91 UU No 18 Tahun 2012 tentang Pangan, dan Pasal 62 jo Pasal 8 (1) huruf a UU No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen ancaman 5 tahun penjara.[jat]

Komentar

 
x