Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 18 Februari 2018 | 12:20 WIB
 

Prasetyo Segera Tunjuk Jaksa Kawal Kasus Agus-Saut

Oleh : Muhamad Yusuf Agam | Jumat, 10 November 2017 | 14:46 WIB
Prasetyo Segera Tunjuk Jaksa Kawal Kasus Agus-Saut
Jaksa Agung, M.Prasetyo - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Jaksa Agung, M.Prasetyo mengaku sudah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri terkait kasus pemalsuan surat dan penyalgunaan wewenang yang dituduhkan kepada ketua KPK, Agus Rahardjo dan Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang.

Prasetyo mengatakan meski sudah menerima SPDP tersebut, dia enggan berkomentar lebih jauh mengenai tindak lanjutnya karena masih harus menunggu untuk di pelajari.

"Saya belum bisa bicara banyak tentang apa dan bagaimana kasusnya. Tentunya kalau sudah ada Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) ya asumsinya mereka (Polri) sudah punya alat bukti yang cukup, kan begitu. Kita tunggu ajalah seperti apa," kata Prasetyo di Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (10/11/2017).

Prasetyo menyebut kasus ini sudah mendapat perhatian besar dari masyarakat karena melibatkan antar lembaga.

Dia pun meminta kepada Jaksa yang ditunjuk untuk meneliti agar memberikan atensi lebih pada kasus ini.

"Belum (tunjuk Jaksa), Ini kalau betul jadi kasus ini sangat penting dan menarik perhatian masyarakat. Meskipun tidak kita bedakan dengan yang lain. Semua kasus kita tangani dengan sama. Tapi karena kasus ini penting maka kita lebih berikan atensi lagi supaya tidak salah," papar Prasetyo.

Prasetyo menambahkan bahwa Jaksa yang akan meniliti untuk bertindak secara objektif dan proporsional.

"Yang pasti jaminan kejaksaan kita akan menangani secara objektif dan proporsional. Yang salah ya salah yang tidak salah ya tidak salah," jelasnya.

Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri telah mengeluarkan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) pada Selasa (7/11). SPDP ini keluar setelah penyidik memeriksa 1 saksi ahli bahasa, 3 saksi ahli Pidana, 1 saksi ahli tata hukum negara dan saksi pelapor.

"Per tanggal 7 November laporan pengacara Novanto ditingkatkan menjadi penyidikan, laporan ini terkait penyalgunaan kekuasaan dan pemalsuan surat," kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Setyo Wasisto di Mabes Polri, Rabu (8/11/2017).[jat]

Komentar

 
Embed Widget

x