Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 22 November 2017 | 12:36 WIB

Gula Rafinasi, Bareskrim Tahan Dirut Crown Pratama

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Jumat, 10 November 2017 | 14:03 WIB
Gula Rafinasi, Bareskrim Tahan Dirut Crown Pratama
Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Pol Agung Setya - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Pol Agung Setya mengatakan pihaknya melakukan penahanan terhadap Direktur Utama PT Crown Pratama (CP), Benyamin Budiman terkait dugaan kasus penyimpangan ditribusi gula rafinasi.

"Kemarin kita tahan karena kita masih temukan gula produksi dari PT CP masih beredar," kata Agung di Bareskrim Polri, Jumat (10/11/2017).

Ia menjelaskan penyidik telah melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap tersangka, kemudian alasan penahanan dilakukan karena penyidik khawatir tersangka akan melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan mengulangi tindak pidana lagi.

"Penyidik yakin tersangka BB (Benyamin Budiman) harus bertanggungjawab secara hukum terhadap penyimpangan distribusi gula rafinasi yang dikemas dalam bentuk sachet dan didistribusikan untuk konsumsi di hotel dan kafe wilayah Jakarta serta tempat lainnya," ujarnya.

Untuk diketahui, penyidik Bareskrim Polri melakukan penggeledahan di Gudang PT. Crown Pratama Jalan Pool PPD Prima Center 2 Blok D No. 6 RT 10 RW 02 Kelurahan Kedaung Kaliangke Kecamatan Cengkareng Kota Jakarta Barat pada 13 Oktober 2017.

Dari hasil penggeledahan ditemukan barang bukti 200 sak gula rafinasi ukuran @ 50 Kg, serta 82.500 sachet gula rafinasi siap konsumsi, dan gulungan kertas bertuliskan nama hotel serta cafe untuk kemasan gula rafinasi sachet.

Sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 117 tahun 2015 Pasal 9 diterangkan bahwa gula kristal rafinasi hanya bisa didistribusikan kepada industri.

Selain itu, pada SK Menteri Perdagangan Nomor 527 Tahun 2004 juga menerangkan bahwa gula rafinasi dilarang digunakan untuk konsumsi.

Atas perbuaan tersebut, tersangka dipersangkakan Pasal 139 jo Pasal 84 dan Pasal 142 jo Pasal 91 UU No 18 Tahun 2012 tentang Pangan, dan Pasal 62 jo Pasal 8 (1) huruf a UU No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen ancaman 5 tahun penjara.[jat]

Komentar

 
x