Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 22 November 2017 | 12:34 WIB

Laporan Pidana Umum, Kasus Agus-Saut Bisa Lanjut

Oleh : Muhamad Yusuf Agam | Jumat, 10 November 2017 | 13:22 WIB
Laporan Pidana Umum, Kasus Agus-Saut Bisa Lanjut
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Polri angkat bicara terkait imbauan KPK soal Pasal 25 Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dalam melakukan penyidikan terhadap Agus Rahardjo dan Saut Situmorang, selaku pimpinan KPK.

Dalam pasal itu menyebutkan jika dalam pengusutan kasus korupsi terdapat tindak pidana umumnya, maka didahulukan tindak pidana korupsinya.

Menyikapi ini, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto menilai pasal tersebut tidak berlaku atas kasus Agus Rahadjo dan Saut Situmorang sebagai pimpinan KPK. Sebab keduanya tidak tersangdung kasus dugaan korupsi.

"Lha yang dilaporkan melakukan korupsi tidak? Kan tidak kan, berarti itu pidana, itu ranahnya polisi," kata Setyo di Mabes Polri, Jumat (10/11/2017).

Berdasarkan bunyi Pasal 25 tersebut, Setyo memastikan pengusutan kasus yang menyeret Agus dan Saut tersebut akan dilanjutkan. Saat ini penyidik sedang menggali keterangan dari beberapa saksi ahli lagi sebelum menetapkan tersangka.

"Rencana tindak lanjutnya pasti penyidik mempunyai tindak lanjut. Untuk memeriksa atau mengambil keterangan para saki-saksi, baik saksi maupun ahli," ujar Setyo.

Seperti diketahui, Ketua KPK, Agus Rahardjo dan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dilaporkan pengacara Setya Novanto, Sandy Kurniawan pada 9 Oktober 2017 dengan nomor LP/1028/X/2017/Bareskrim.

Kedua pimpinan KPK itu dilaporkan atas dugaan tindak pidana membuat surat palsu atau memalsukan surat dan menggunakan surat palsu serta menyalahgunakan wewenang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 263 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP dan/atau Pasal 421 KUHP.

Laporan tersebut kini naik ke tingkat penyidikan setelah penyidik Dittipidum Bareskrim Polri memeriksa 1 saksi ahli bahasa, 3 saksi ahli pidana, 1 saksi ahli hukum tata negara dan 1 pelapor. penyidik juga sudah melakukan gelar perkara.[jat]

Komentar

 
x