Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 13 Desember 2017 | 16:12 WIB

Jual-Beli Jabatan di Nganjuk, KPK Periksa 8 Saksi

Oleh : Ivan Setyadi | Jumat, 10 November 2017 | 12:42 WIB
Jual-Beli Jabatan di Nganjuk, KPK Periksa 8 Saksi
Juru Bicara KPK Febri Diansyah - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Sebanyak delapan orang akan diperiksa dalam kasus gratifikasi dan suap perekrutan dan pengelolaan ASN/PNS di Kabupaten Nganjuk Tahun 2017.

Kedelapan saksi yang dipanggil itu antara lain Kepala RSUD Kertosono Kabupaten Nganjuk Tien Farida Yani, PNS Kepala Sekolah SMPN 1 Tanjung Anom Teguh Sudjatmika serta tiga PNS pada Pemerintahan Kabupaten Nganjuk yakni Suwarno, Cahya Sarwa Edy dan Suroto.

Kemudian, tiga saksi lain adalah ajudan Bupati Nganjuk Taufiqurrahman yaitu Nurrosyid Hussein Hidayat, Okky Hayupamudia dan Joni.

"Mereka diperiksa sebagai sakai untuk tersangka TFR (Taufiqurrahman, Bupati Nganjuk)," kata Juru Bicar KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Jumat (10/11/2017).

Para saksi itu akan diperiksa terkait dugaan jual beli jabatan yang dilakukan sang bupati selama menjabat.

Taufiqurrahman diduga menerima uang suap terkait perekrutan dan pengelolaan ASN/PNS di Kabupaten Nganjuk dari sejumlah pihak melalui orang kepercayaannya. Total uang yang diterima Taufiqurrahman sebanyak Rp298.020.000, dengan rincian dari Ibnu Hajar Rp149.120.000 dan dari Suwandi sebesar Rp148.900.000.

Sedangkan sebagai pihak penerima Taufiqurrahman disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.[jat]

Komentar

 
x