Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 22 November 2017 | 12:38 WIB

Pimpinan KPK Diusut Terkait Surat Cegah Novanto

Oleh : Muhamad Yusuf Agam | Rabu, 8 November 2017 | 18:15 WIB
Pimpinan KPK Diusut Terkait Surat Cegah Novanto
Agus Rahadrjo dan Saut Situmorang - (Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Bareskrim Polri menaikkan status penyidikan terkait kasus dugaan penyalahgunaan kekuasaan terkait penerbitan surat cegah ke luar negeri untuk Setya Novanto dengan terlapor Agus Rahadrjo dan Saut Situmorang.

Surat cegah ini terbit setelah Novanto menang dalam Praperadilan atas status tersangkanya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

"Saut Situmorang selaku pimpinan KPK telah menerbitkan surat larangan bepergian ke luar negeri terhadap Setya Novanto tanggal 2 Oktober 2017 setelah adanya putusan praperadilan nomor 97/pid/prap/2017 PN Jaksel tanggal 29 September 2017, yang dimenangkan oleh Setya Novanto," kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (8/11/2017).

Laporan dari Sandy Kurniawan yang merupakan salah satu pengacara Ketua DPR, Setya Novanto itu naik menjadi penyidikan setelah penyidik meminta keterangan enam orang yakni satu saksi ahli bahasa, tiga ahli pidana, satu ahli tata hukum negara dan terlapor (Sandy).

Usai melakukan pemeriksaan terhadap enam orang tersebut, penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri melakukan gelar perkara sehingga diputuskan laporan ini naik dari penyelidikan menjadi penyidikan pada Senin (7/11) kemarin.

"Per tanggal 7 November laporan pengacara Novanto ditingkatkan menjadi penyidikan, laporan ini terkait penyalgunaan kekuasaan dan pemalsuan surat," ujar Setyo.

"Pasal yang dipersangkakan adalah membuat surat palsu atau memalsukan surat dan menggunakan surat palsu dan atau menyalahgunakan wewenang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 263 KUHP juncto Pasal 55 pasal 1 ayat ke-satu KUHP dan atau Pasal 421 KUHP," tambah Setyo.[jat]

Komentar

 
x