Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 22 November 2017 | 12:41 WIB

Pria Ini Tenteng Potongan Kepala ke Pengajian

Oleh : - | Rabu, 8 November 2017 | 08:15 WIB
Pria Ini Tenteng Potongan Kepala ke Pengajian
(Foto: beritajatim)
facebook twitter

INILAHCOM, Tuban - Sejumlah warga yang tinggal di Dusun Kayunan, Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban digegerkan dengan adanya seorang pria mengamuk dengan membawa cangkul dan menentang potongan kepala manusia, Selasa (6/11/2017) malam.

Pria tersebut membawa potongan kepala bersimbah darah itu ke rumah saudaranya yang sedang ada pengajian. Tentu saja, hal itu membuat puluhan jamaah pengajian langsung semburat kabur. Apalagi pelaku juga mengamuk sembari membawa cangkul.

Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, pembunuhan sadis itu diduga dilakukan oleh Jamiin (50), warga setempat. Adapun korban pembunuhan dengan cara mutilasi itu adalah Jamiran (60), yang tak lain adalah kakak kandung pelaku. Dia berasal dari Desa Sumurcinde, Kecamatan Soko, Tuban.

Pembunuhan dengan cara mutilasi itu sangat mengejutkan bagi puluhan warga yang sedang melakukan Tahlil bersama di rumah Adi (43), di Dusun Kayunan, Desa Rahayu itu. "Dia itu datang dengan telanjang bulat, sudah membawa cangkul dan menenteng kepala manusia yang darahnya masih banyak," ujar Sujud (54), warga yang saat itu ikut pengajian.

Tanpa basa-basi, pelaku langsung masuk ke rumah Adi yang hanya bejarak sekitar 30 meter dari rumah pelaku. Karena melihat kondisi Jamiin yang sudah tidak wajar, warga secara spontan berlarian menyelamatkan diri. "Karena sudah bawa cangkul itu semua ya langsung lari," tambahnya.

Setelah warga semburat, pelaku kemudian mengamuk dengan merusak sejumlah perabotan yang ada di rumah saudara iparnya yang sedang ada pengajian itu. Warga yang takut sebagian besar bersembunyi setelah berhasil lari dari tempat pengajian.

"Ada sekitar satu jam tadi saya sembunyi, kalau yang muda-muda mengejar pelaku. Baru setelah pelaku pergi, kepala korban ada di jalan situ," ungkap Adi, pemilik rumah. [beritajatim]

Tags

Komentar

 
x