Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 25 November 2017 | 16:21 WIB

Emil dan Ipong Dinilai Cocok Dampingi Khofifah

Oleh : - | Selasa, 7 November 2017 | 09:23 WIB
Emil dan Ipong Dinilai Cocok Dampingi Khofifah
(Foto: beritajatim)
facebook twitter

INILAHCOM, Surabaya - Teka teki siapa pendamping Khofifah, perlahan mulai terjawab. Setelah seminggu lalu mengeluarkan rilis hasil risetnya di Hotel Aria Centra Surabaya yang menyebut tiga kandidat pendamping Khofifah, hasil riset iPOL Indonesia sampai dengan Senin (6/11/2017) pukul 24.00 malam menyebut Bupati Trenggalek Emil Elistiyanto Dardak menjadi urutan pertama yang berpotensi dipilih Khofifah.

Sementara itu, Bupati Ponorogo Ipong Muchlisoni menjadi pilihan kedua dan anggota DPR RI Fraksi NasDem Hasan Aminuddin pilihan ketiga.

Menurut CEO Lembaga IT Riset Politik (iPOL) Indonesia Petrus Hariyanto, sebagai salah satu perusahaan di Indonesia yang fokus melakukan monitoring dan analisa pergerakan Politik di 17 pilgub di seluruh Indonesia pada 2018, iPol Indonesia kali ini secara khusus mengeluarkan report eksklusif kepada media terkait pergerakan setiap kandidat, termasuk siapa calon terkuat wakil Khofifah.

Menggunakan Teknologi Politik Big Data iPOL Media Monitoring yang melacak tren pemberitaan media berdasarkan index, sentimen, influencer, passion, tone dan sebaran pemberitaan di berbagai daerah, menunjukkan posisi Emil menguat dengan probabilitas 38,9 persen.

Kemudian, disusul Ipong Muchlisoni di peringkat kedua dengan point 37,6 persen. Nama terakhir adalah Hasan Aminuddin dengan probabilitas 33,7 persen. Tone pemberitaan positif tentang Emil Dardak terus menguat karena ditopang oleh para influencer melalui statemen di media massa.

"Riset kami memantau pemberitaan dan pergerakan isu dan manuver politik terkait pilgub Jatim di 2.550 media online dan 190-an media massa cetak, dan obrolan di sosial media. Hasilnya, menguat dua nama pendamping Khofifah yakni Emil Dardak, dan Ipong. Kata kunci yang kami gunakan adalah pilgub Jatim 2018 dan nama-nama calon wakil gubernur jatim," ujarnya kepada wartawan di Surabaya, Selasa (7/11/2017).

"Sentimen positif ini menjadi indikator bahwa Emil Dardak layak menjadi wakil Khofifah. Kendati demikian, ada tone negatif terkait Emil yang dilontarkan petinggi PDIP, bahwa suami artis Arumi Bachsin itu hendaknya memegang janji untuk mengabdi di Trenggalek hingga habis masa jabatannya," imbuh Petrus.

Tren negatif itu, lanjut Petrus, cukup signifikan dan sentimen negatif yang dikeluarkan petinggi PDIP ini bisa saja dijadikan justifikasi oleh tim 9 kiai yang diketuai Kiai Asep untuk mencoret nama Emil Dardak.

Dari analisa iPol dalam sebaran pemberitaan, pilihan pada Emil lebih cenderung sebagai sosok keterwakilan poros mataraman yang sangat kuat. Emil mencerminkan sosok kepala daerah yang populer di pemilih milenial, orangnya profesional, cerdas, simbol cawagub yang banyak disukai kaum hawa dan banyak diterima kalangan.

Khusus untuk Ipong, lanjut Petrus, probabilitasnya makin meningkat setelah bergabung dengan NasDem yang merupakan partai pengusung Khofifah di pilgub Jatim. Sinyalemen kuat tentang Ipong menjadi bayang-bayang untuk menggantikan posisi Emil sangat kuat, seiring dengan kekuatan finansial dan kekuatan mataraman yang bisa dipegangnya.

Sentimen Analisis yg dilakukan iPOL melalui teknopol ini menggunakan metode news analytic dengan pendekatan konten berdasakan parameter kecenderungan pemberitaan. Pada perhelatan Pilkada Serentak 2018, iPOL Media Monitoring secara intensif melakukan pemetaan digital konten yang berserakan di dunia maya. Hasilnya, dirangkum dalam dashboard layanan digital. [beritajatim]

Komentar

 
x