Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 23 November 2017 | 20:11 WIB

Jelang Pilgub Jabar 2018

Gerindra-Demokrat Punya Jagoan Baru?

Oleh : Ivan Setyadi | Minggu, 5 November 2017 | 16:01 WIB
Gerindra-Demokrat Punya Jagoan Baru?
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Bandung - Nama mantan Deputi Basarnas Mayjen (Purn) TNI Tatang Zaenudin mencuat dalam bursa calon gubernur Jawa Barat 2018 mendatang.

Hal itu sebagaimana disampaikan Direktur Eksekutif Forum Rakyat Desa (Fordes) Rusdy Setiawan Putra.

"Dengan melihat foto pertemuan antara Ketua DPD Demokrat Jabar, Ketua DPW Gerindra Jabar dan Tatang Zaenudin yang beredar di media sosial, indikasinya sudah sangat jelas," kata Rusdy dihubungi, di Jakarta, Minggu (5/11/2017).

Pengamat politik dari Universitas Nasional itu juga mengaku mendapat informasi bahwa pertemuan antara Ketua DPD Demokrat Jabar, Ketua DPW Gerindra Jabar dan Tatang Zaenudin berlangsung pada 2 November 2017 di Hotel Panghegar, Bandung.

"Itu artinya, partai yang dinahkodai para jenderal ini akan dengan senang hati mengusung sesama Jenderal. Koalisi Gerindra dan Demokrat adalah koalisi ideal dimana koalisi tersebut adalah embrio dari koalisi besar di pilpres 2019. SBY dan Prabowo adalah dua tokoh nasional yang memiliki kekuatan besar dan sangat diperhitungkan saat ini," kata dia.

Jika benar Gerindra dan Demokrat mengusung Tatang Zaenudin, maka komposisi pencalonan harus diperhitungkan. Menurutnya sosok Tatang dapat menjawab harapan publik Jawa Barat yang ingin memiliki gubernur tegas dari sosok militer, jika dicalonkan sebagai gubernur.

Di sisi lain, kata Rusdy, kader Demokrat yang disebut-sebut akan maju di Pilgub Jabar yakni Dede Yusuf akan terganggu jika secara psikologis jika dijadikan wakil Tatang.

"Namun jika Dede Yusuf diusung sebagai cagub, sejarah pernah membuktikan Dede dulu pernah kalah saat mengikuti Pilgub tahun 2013," ujarnya.

Rusdy menilai komposisi siapa gubernur dan siapa wakil akan menjadi faktor penentu koalisi Gerindra-Demokrat untuk menang dalam Pilgub Jabar nanti.

"Oleh karena itu, koalisi ini tidak boleh memakai teori pemegang kursi terbanyak di DPRD adalah pemegang hak untuk Jabar 1, jika koalisi ini ingin menang," tandasnya.

Komentar

 
x