Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 13 Desember 2017 | 16:04 WIB

DPR: Program Registrasi Ulang Sempat Tertunda

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Jumat, 3 November 2017 | 08:11 WIB
DPR: Program Registrasi Ulang Sempat Tertunda
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI, Evita Nursanty mengatakan program registrasi prabayar (SIM Card) secara nasional dengan identitas tunggal berdasarkan data e-KTP sudah lama dicanangkan tapi baru sekarang terealisasi.

"Ini kan program sudah lama dicanangkan tapi karena kemarin ada masalah e-KTP jadi tertunda, ya baru sekarang dilaksanakan," kata Evita kepada INILAHCOM, Kamis (2/11/2017).

Anggota Fraksi PDI Perjuangan ini membantah jika program tersebut bermuatan politik, karena program registrasi prabayat secara nasional ini sangat baik dan manfaatnya juga jelas untuk melindungi terjadinya aksi-aksi kejahatan oleh oknum.

"Sepertinya ada pihak yang sengaja menghembuskan kabar hoax untuk menggagalkan program daftar ulang dengan validasi identitas ini, tujuannya diduga supaya mereka bisa menikmati tindak pidana penipuan, hate speech dan kejahatan lain," ujarnya.

Menurut dia, mereka yang menolak termasuk yang akhir-akhir ini menyebarkan hoax terkait program registrasi prabayar adalah pihak-pihak yang ingin kejahatan di dunia digital terus terjadi.

"Misalnya mama minta pulsa, SMS minta transfer uang, penipuan undian berhadiah, penyebaran berita hoax dan jenis cyber crime lainnya. Saya melihat yang menolak ini justru adalah pelaku-pelaku kejahatan siber, karena mereka kini makin sulit untuk melakukan kejahatan," jelas dia.

Coba bayangkan, kata Evita, para pelaku kejahatan ini bisa membeli SIM Card dengan murah dan gampang lalu dipakai untuk melakukan kejahatan. Setelah itu, kartu dibuang dan beli lagi kartu yang lain tanpa bisa terdeteksi identitasnya.

"Jadi era kejahatan seperti ini harus disudahi, bangsa ini akan kacau kalau itu terus dipertahankan. Ini bukan soal siapa pemerintahnya saat ini tapi akan tetap menjadi problem bagi siapapun yang memerintah," tandasnya.[ris]

Komentar

 
x