Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 25 November 2017 | 01:47 WIB

Polisi Tembak Bandar Sabu Asal Jombang

Oleh : - | Kamis, 2 November 2017 | 15:43 WIB
Polisi Tembak Bandar Sabu Asal Jombang
(Foto: beritajatim)
facebook twitter

INILAHCOM, Jombang - Polisi menembak seorang bandar sabu bernama Bukhori (40) warga Desa Karobelah Kecamatan Mojoagung lantaran melawan saat hendak ditangkap.

Penggerebekan bandar narkoba tersebut dipimpin Kasat Resnarkoba AKP Hasran. "Kami terpaksa melumpuhkan pelaku dengan timah panas. Karena saat ditangkap, yang bersangkutan melawan," ujar Hasran, Kamis (2/11/2017).

Wakapolres Jombang Kompol Edith Yuswo Widodo menambahkan, terbongkarnya bandar sabu kelas kakap di Jombang ini bermula saat BNN Kota Mojokerto melakukan razia di tempat hiburan di Kota setempat. Selanjutnya muncul nama Buchori yang disinyalir sebagai bandar sabu.

Sejak itu, petugas melakukan pengintaian di rumah kontrakan tersangka di Dusun Kedunggalih, Kecamatan Bareng. Nah, pada Selasa pagi petugas langsung melakukan penggeledahan di rumah kontrakannya. Saat itu, di dalam rumah tersebut hanya ada istri dan anak tersangka. Namun, petugas tidak menemukan barang bukti yang diharapkan.

Namun petugas tidak patah arang. Sejumlah polisi tetap menunggu di rumah tersangka. Alhasil, sekitar pukul 08.45 WIB Bukhori datang mengendarai sebuah mobil jenis Toyota Avanza warna silver bernopol L 1869 C. Tanpa menunggu lagi, Petugas langsung menangkap Bukhori dan menggeledah mobilnya.

Bukannya menyerah, saat hendak ditangkap Bukhori justru berusaha kabur. Petugas langsung sigap. Sejurus kemudian terdengar pistol menyalak. Bukhori roboh karena sebutir peluru bersarang di betisnya sebelah kiri.

Dari penggeledahan itu, polisi menemukan barang bukti sabu seberat 7,25 gram yang dikemas dalam lima plastik klip beserta sejumlah pipet kaca yang diduga terdapat bekas sisa sabu. Kristal haram tersebut ditaruh di dashbord mobil. Selain sabu, polisi juga menyita sejumlah barang bukti lainya, di antaranya sebuah senjata api jenis air soft gun dan sebilah pedang.

"Atas perbuatannya Bukhori dijerat Undang-Undang No 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal 6 tahun penjara dan denda Rp800 juta," pungkas Edith. [beritajatim]

Komentar

 
x