Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 25 November 2017 | 01:41 WIB

Modal Baju Dokter, Chandra Raup Rp76 Juta

Oleh : - | Rabu, 1 November 2017 | 22:02 WIB
Modal Baju Dokter, Chandra Raup Rp76 Juta
(Foto: beritajatim)
facebook twitter

INILAHCOM, Surabaya - Chandra Hermawan (25) Tersangka penipuan bermodus bisa menjanjikan sebuah pekerjaan di Rumah Sakit (RS) Siloam Surabaya hanya tertunduk lesu setelah terbongkar aksi penipuannya.

Warga asal Genceng, Simo Ngagrok, Dawar Blandong, Mojokerto kepada polisi mengaku bisa memasukkan sejumlah perawat menjadi karyawan di rumah sakit ternama (Siloam) hanya bermodal baju dokter dan logo rumah sakit Siloam.

Dari modal itulah dia bisa memperdaya tiga korban dan menghasilkan uang Rp79 juta. Aksi ini dilakukan sejak Mei 2017 lalu.

Sedangkan sebelum melakukan penipuan terlebih dulu Chandra menyampaikan kepada sejumlah temannya, jika dirinya sekarang menjadi dokter di RS Siloam.

Darisanalah, Chandra mulai mengabarkan jika dirinya sanggup memasukkan para perawat yang ingin bekerja di Siloam. Sejumlah temannya yang awalnya tidak percaya akhirnya menjadi percaya.

"Sebab, saya setelah lulus SMA, pernah kuliah di perawat. Tapi drop-out. Dari kuliah itu, saya banyak teman perawat," tutur Chandra sambil menutup wajah.

Sedikitnya, ada tiga perawat yang tertarik dengan tawaran Chandra. Yaitu MR, EP dan HD. Ketiganya merupakan warga Lamongan. Untuk meyakinkan ketiga korbannya, Chandra awalnya mengajak para korban bertemu di RS Siloam.

Namun bukan di ruang kerja, melainkan di ruang tunggu. Kendati begitu, korban tetap saja terpedaya dengan penampilan dan ucapan Chandra.

Kemudian, Chandra meminta sejumlah uang dengan dalih sebagai uang pelicin agar segera diterima bekerja.

"Nah, saat para korban menyerahkan uang, tersangka (Chandra, red) mengarahkan para korban untuk bertemu di luar rumah sakit. Saat ketemu, tersangka meminta mengisi biodata di lembaran kertas ber-kop surat rumah sakit itu. Itu hanya untuk meyakinkan korban saja," terang Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Kompol I Dewa Gede Juliana.

Dari ketiga korban, Chandra menerima uang sebesar Rp79 Juta. Namun, kedok Chandra sebagai dokter gadungan akhirnya terbongkar.

Itu setelah para korban tak kunjung diterima kerja di RS Siloam. Apalagi setiap diajak bertemu, Chandra selalu beralasan dan menghindar. Darisanalah, para korban melapor ke Polrestabes Surabaya pada Senin (30/10/2017). Atas kasus itu Unit Resmob langsung memburu Chandra.

"Tersangka kami sergap di kos-kosannya di daerah Manyar Tirtoasri. Disana, kami juga menyita sejumlah barang bukti. Mulai dari peralatan dokter hingga surat kontrak kerja fiktif yang dibuat tersangka," imbuh Kompol Dewa. Kos-kosan Chandra sendiri berada di Jalan Manyar Tirtoasri Gang 4 No 12 Surabaya.

Saat ditanya, Chandra mengaku jika berpura-pura menjadi dokter adalah idenya sendiri. Itu dilakukannya agar mendapat banyak uang. Sebab dirinya membutuhkan uang untuk membayar kos-kosan yang nunggak selama 3 bulan, sebesar Rp4,5 Juta.

"Apalagi saya hanya bekerja serabutan. Yang pendapatannya tidak mesti. Selain bayar kos, uangnya saya pakai untuk membayar hutang-hutang lainnya," tutup Chandra.[beritajatim]

Komentar

 
x