Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 24 Februari 2018 | 21:05 WIB
 

Jokowi Harap Hutan Sosial Sejahterakan Rakyat

Oleh : Ray Muhammad | Rabu, 1 November 2017 | 15:03 WIB
Jokowi Harap Hutan Sosial Sejahterakan Rakyat
Jokowi saat meluncurkan program Perhutanan Sosial di Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, - (Foto: Inilahcom/Ray Muhammad)

INILAHCOM, Bekasi - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan komitmen pemerintah terhadap pemerataan ekonomi bangsa Indonesia yang salah satunya dilakukan dengan menggagas program perhutanan sosial.

Hal ini disampaikan Jokowi saat meluncurkan program Perhutanan Sosial di Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (1/11/2017) siang. Adapun tiga lokasi perhutanan sosial yang akan diresmikan pemerintah selain di Muara Gembong yakni Teluk Jambe, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

"Pemerintah ingin sekali dengan pembagian izin pemanfaatan hutan ini, petani dan petambak betul-betul dapat meningkatkan kesejahteraannya," ujar Presiden Jokowi di lokasi, Rabu (1/11/2017).

Sementara itu, Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution yang turut hadir dalam kesempatan ini menjelaskan sebanyak 24 lokasi perhutanan sosial telah siap untuk segera dilaksanakan. Ia mengatakan hampir semua perhutanan sosial sudah memperoleh izin atau hak pengelolaan hutan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

"Lokasi-lokasi tersebut tersebar di Jawa Barat sebanyak tujuh lokasi. Di Jawa Tengah sebanyak tujuh lokasi dan di Jawa Timur sebanyak sepuluh lokasi. Dengan total lahan seluas kurang-lebih 13.500 hektar dan jumlah petani atau penggarap sebanyak 7.500 orang," ungkap Darmin.

Menurutnya, Kawasan Muara Gembong merupakan daerah rawa yang sangat potensial untuk dikembangkan di bidang budidaya perikanan. Dengan luas hamparan lahan sekitar 11.000 hektar dan melalui petak percontohan perhutanan sosial seluas 800 hektar, lahan tersebut akan lebih memiliki nilai strategis, baik dari aspek lingkungan, sosial maupun aspek ekonomi.

"Dengan perhutanan sosial ini, pemerintah akan memberikan akses selama 35 tahun, sehingga penggarap tambak dapat melakukan budidaya tambak di lahan Perhutani di kawasan Muara Gembong," ucapnya.

Sementara itu, untuk Teluk Jambe, pemerintah akan memberikan akses kepada petani dapat memanfaatkan kawasan hutan negara untuk membudidayakan tanaman keras atau tanaman tahunan, seperti jati, mahoni dan sengon. Disamping tanaman musiman seperti durian, pisang dan mangga, ataupun tanaman palawija seperti jagung.

"Pemerintah percaya dengan langkah-langkah ini maka pada gilirannya masyarakat betul-betul akan membaik kesejahteraannya," pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan Wakil Gubernur Jawa Barat Dedy Mizwar. [ton]

Komentar

 
Embed Widget

x