Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 11 Desember 2017 | 22:10 WIB

Istri Bupati Nganjuk Tak Masuk Kantor Seminggu

Oleh : - | Rabu, 1 November 2017 | 01:04 WIB
Istri Bupati Nganjuk Tak Masuk Kantor Seminggu
Istri Bupati Nganjuk, Ita Triwibawati - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jombang - Istri Bupati Nganjuk, Ita Triwibawati yang juga Sekdakab Jombang hingga saat ini belum masuk kantor.

Terhitung, sudah enam hari setelah dirinya bersama sang suami, Taufiqurrahman, diamankan KPK terkait masalah OTT (Operasi Tangkap Tangan).

Dalam perkembangannya, Bupati Taufiqurrahman ditetapkan sebagai tersangka. Sedangkan Ita Triwibawati dilepaskan karena tidak terbukti terlibat dalam kasus tersebut.

Hingga Selasa (31/10/2017) ruang kerja Sekadakab masih lengang. Perempuan yang akrab disapa Bunda Ita belum terlihat batang hidungnya.

Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko membenarkan ketika dikonfirmasi terakit masalah itu. Menurut Nyono, Sekdakab absen dari dinas karena mengambil jatah cuti tahunan selama enam hari. Yakni, sejak Rabu (25/10/2017) hingga Kamis (2/11/2017) lusa.

"Saya belum mengetahui secara pasti ada keperluan apa sehingga Ibu Sekda mengambil cuti. Karena memang hal itu memang hak perogratif yang bersangkutan," kata Nyono menjelaskan.

Saat disinggung isu mundurnya Ita Triwibawati sebagai Sekdakab Jombang, Nyono mengaku belum mendnegar kabar tersebut. "Saya malah belum tahu kalau ada isu seperti itu. Karena sampai sekarang belum pernah bertemu," ujarnya.

Nyono menjelaskan, jika cuti hanya enam hari, maka tidak perlu diangkat Plh (Pelaksana Harian) atau Plt (Pelaksana Tugas). Namun jika cuti dilakukan di atas tujuh hari, maka bupati bisa mengangkat Plt atau Plh.

Bupati Nganjuk Taufiqurrahman terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh Satgas KPK, pekan lalu. Dalam penangkapan itu, istri Taufik, Ita Triwibawati, yang merupakan Sekda Kabupaten Jombang juga turut diamankan bersama 15 Pejabat Pemkab Nganjuk lainya.

Dalam perkembangannya, KPK menetapkan Taufik sebagai tersangka korupsi jual beli jabatan. Dia diduga menerima suap dari beberapa pejabat sebesar Rp 298 Juta. Selain Taufik, empat pejabat lainya juga ditetapkan sebagai tersangka.

Diantaranya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nganjuk, Ibnu Hajar, Kepala SMP Negeri 3 Ngronggot, Suwandi, Kepala Bagian Umum RSUD Nganjuk, Suwandi serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Nganjuk, Harjanto.

Sedangkan, Istri Bupati Nganjuk Ita Triwibawati bersama sejumlah pejabat lainya yang ketika itu ikut terjaring OTT KPK diperbolehkan pulang setelah dilakukan pemeriksaan intensif selama sekitar 24 jam.[beritajatim]

Komentar

 
x