Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 11 Desember 2017 | 22:08 WIB

Polisi Jerat Jasriadi Atas Dua Kasus

Oleh : Indra Hendriana | Senin, 30 Oktober 2017 | 21:21 WIB
Polisi Jerat Jasriadi Atas Dua Kasus
Jasriadi (JAS) - (Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Selain menjerat Jasriadi (JAS) kasus dugaan ujaran kebencian melalui media Saracen, tim penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri juga menjerat dengan kasus lain, yakni illegas access.

Dia ditetapkan tersangka atas kasus ini lantaran diduga memasuki, dan menggunakan akun media sosial orang lain secara tidak sah. Usai mengambil alih akun orang lain, ia memakainya untuk menyebarkan ujaran kebencian.

"Illegal Access nanti kami buat berkas perkara baru, berkas yang lain," kata Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Fadhil Imran di Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Jakarta Pusat, Senin (30/10/2017).

Fadhil menjelaskan, berkaitan dengan berkas penyidikan kasus Saracen, tim masih proses pelengkapan. Pasalnya, berkasJasriadi dan Asma Dewi sempat dikembalikan oleh Kejaksaan dengan petunjuk agar diperbaiki.

Dia optimis dalam waktu dengan berkas itu akan selesai. "Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa P21. Setelah itu kami ajukan lagi perbuatan lain (illegal access, kasus yang) berbeda," ujar Fadhil.

Dalam kesempatan ini dia mengatakan, kasus ini masih dikembangkan. Untuk itu, tidak menutup kemungkinan adanya tersangka baru. Pihaknya sekarang ini masih memantau yang melakukan hal serupa.

Adapun dalam kasus ujaran kebencian, Saracen ini penyidik sudah menjadikan lima orang sebagai tersangka. Antara lain, Asma Dewi (AD) Jasriadi (Jas), Muhammad Faizal Tonong (MFT) dan Muhammad Abdullah Harsono (MAH), dan Sri Rahayu. Jasriadi ialah pimpinan dalam Saracen. [ton]

Komentar

 
x