Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 23 November 2017 | 20:08 WIB

Jelang Tahun Politik

Calon Kepala Daerah Diimbau Sejukkan Rakyat

Oleh : Ivan Setiadi | Minggu, 29 Oktober 2017 | 23:59 WIB
Calon Kepala Daerah Diimbau Sejukkan Rakyat
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Organisasi Masyarakat Gerakan Kerukunan Bangsa menyerukan pentingnya melaksanakan empat konsensus Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945 dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sebab, memasuki tahun politik dalam waktu dekat ini dikhawatirkan ada upaya-upaya memecah belah persatuan dan kerukunan untuk meraih kekuasaan politik.

"Bung Karno mengatakan "Jas Merah" jangan sekali-kali melupakan sejarah. Sejarah telah membuktikan perjuangan yang bersifat kedaerahan tidak berhasil. Baru setelah 1908 disadari pentingnya perjuangan yang bersifat nasional, perjuangan yang menghapus sekat kesukuan, agama, ras, dan antaragolongan serta bahasa mampu meraih kemenangan. Tentunya di era sekarang ini semangat 1908 masih tetap relevan," kata Ketua Umum Gerakan Kerukunan Bangsa (GKB) Haryo Tienmar, Jakarta, Minggu (29/10/2017).

Haryo mengimbau partai politik dan calon kontestan di Pilkada Serentak 2018 untuk bersikap dewasa dengan tidak mengeluarkan isu-isu yang dapat menimbulkan polemik, perang sosial media dan gesekan lainnya sebagai strategi kampanye.

Disamping itu, ia mengharapkan agar calon kepala daerah dapat mendinginkan suasana yang panas dan memberikan kesejukan bagi rakyatnya.

Tahun depan, lanjutnya, merupakan tahun yang panas dimana ada 171 Pilkada Serentak dan tahun 2019 akan dilaksanakan Pileg dan Pilpres.

Oleh karena itu, berbagai strategi politik bakal dimainkan untuk mendapatkan dukungan. Pilkada 2018 yang akan diikuti 68 persen pemilih nasional akan menjadi tolak ukur dalam Pileg dan Pilpres.

"Karena itulah, tidak boleh demi meraih tujuan politik mengangkat sentimen SARA. Kompetisi memperebutkan kekuasan harus dengan cara yang benar, mengedepankan keberagaman dan adu gagasan," ungkapnya.

Menurutnya, seluruh pengurus Gerakan Kerukunan Bangsa yang dipimpinnya akan aktif berpartisipasi dalam proses demokrasi lima tahunan itu.

Selain itu, juga akan menjadi pengawal bahwa pesta itu berlangsung meriah tanpa ada percikan-percikan yang bisa menyulut perpecahan.

"Sebagai warga negara yang baik tentu berpartisipasi dalam pilkada dan pemilu merupakan sebuah keharusan. Karena saat ini cara seperti itulah yang bangsa ini pilih dalam menentukan pemimpinnya," tandasnya.

Komentar

 
x