Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 24 April 2018 | 23:07 WIB
 

Santri Diminta Antisipasi Perubahan Global

Oleh : - | Minggu, 29 Oktober 2017 | 19:25 WIB
Santri Diminta Antisipasi Perubahan Global
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jember - Menristekdikti M Natsir mengimbau para santri untuk meningkatkan daya saing guna menghadapi perkembangan berbasis digital saat ini.

Ia menuturkan, perkembangan teknologi yang amat pesat menuntut santri perlu memiliki wawasan ilmu pengetahuan yang lebih luas lagi.

"Tantangan baru yang dihadapi masyarakat, termasuk bagi para santri adalah menghadapi daya saing bangsa. Dalam daya saing bangsa, ada dua komponen utama yakni 'skill worker' (tenaga kerja terampil) dan 'inovation' (ide baru)," kata Natsir di Probolinggo, Jawa Timur, Minggu (29/10/2017).

Menristekdkti menegaskan, kedua komponen itu sangat penting. Untuk itu, setiap pondok pesantren harus melihat dunia secara lebih luas karena tantangan ke depan dinilai jauh lebih berat.

"Tidak bisa lagi hanya melihat dari sisi internal, tetapi juga dari sisi eksternal. Dunia sudah berubah total di era teknologi yang lebih tinggi. Oleh sebab itu, para santri harus bisa menangkap ilmu teknologi itu, agar bisa memiliki daya saing yang lebih baik," ungkapnya.

Lebih dari itu, ia mengharapkan para santri mampu lebih giat mempelajari tentang teknologi dan perubahan global. Pasalnya, dalam beberapa tahun ke depan masyarakat di beberapa belahan dunia diprediksi tidak akan menggunakan uang tunai dalam bertransaksi.

"Pasar tradisional sudah mulai ditinggalkan karena sudah mulai via daring atau e-commerce, model toko daring. Ke depan, masyarakat juga tidak akan memegang uang tunai lagi, mungkin termasuk di Indonesia nantinya. Sistem keuangan dunia sudah terhimpun dalam teknologi informasi, sehingga hal itu harus diantisipasi ke depan. Santri harus tahu itu dan harus mempelajari pengetahuan tentang hal tersebut," paparnya. [tar]

Komentar

 
Embed Widget

x