Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 25 November 2017 | 01:41 WIB

Didik Sempat Sebut Temannya yang Bunuh Siswi MTs

Oleh : - | Minggu, 29 Oktober 2017 | 10:03 WIB
Didik Sempat Sebut Temannya yang Bunuh Siswi MTs
(Foto: beritajatim)
facebook twitter

INILAHCOM, Sumenep - Didik Sugiyanto (20), warga Desa Manding Timur, Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep, tersangka pelaku pembunuhan Alisa Hariyani (14), seorang siswi kelas 9 salah satu Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri di Sumenep, sempat berusaha mengecoh petugas dengan menyebut dua nama lain sebagai eksekutor.

"Tersangka Didik mengaku tidak terlibat dalam pembunuhan korban. Yang disebut sebagai pelaku adalah AL dan HEN, teman korban," kata Kapolres Sumenep, AKBP Joseph Ananta Pinora, Sabtu (28/10/2017).

Pada Minggu (22/10/2017), Alisa Hariyani, warga Jl. Merpati gang 4 Pamolokan, Kecamatan Kota Sumenep, ditemukan terkapar di sebuah jalan setapak, di sebelah Pasar Barisan, Desa Mantajun, Kecamatan Dasuk.

Saat ditemukan korban dalam kondisi lemah penuh luka bacok. Namun korban masih hidup dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Daerah dr H. Moh Anwar Sumenep. Namun setelah mendapat perawatan beberapa jam, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.

"Tersangka Didik mengaku hanya menyabetkan celurit ke tangan korban. Penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dilakukan AL dan HEN. Penyidik dibuat seolah-olah percaya cerita yang sebenarnya fitnah tersangka," ujar Pinora.

Aparat kepolisian kemudian menginterogasi AL dan HEN. Dari keterangan AL dan HEN serta sejumlah saksi, diketahui bahwa kedua orang tersebut tidak berada di lokasi pembunuhan saat hari 'H' penganiayaan sadis itu terjadi.

"Ternyata yang ada di lokasi saat pembunuhan itu ya hanya tersangka Didik. Dan si Didik ini memang menghabisi korban sendirian. Eksekusinya tanpa bantuan orang lain," ungkapnya.

Tersangka yang merupakan mantan pacar korban, ditangkap di kamar kosnya di Kelurahan Kenanga, Cipondoh, Tangerang, Banten.

"Tersangka sudah merencanakan pembunuhan itu sejak Selasa. Namun baru bisa dilaksanakan hari Sabtu. Motifnya dendam dan cemburu, karena korban sudah punya pacar baru," terangnya.

Didik, tersangka pelaku pembunuhan tersebut terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena melawan dan membahayakan petugas. Tembakan petugas mengenai dada kiri tersangka. Tersangka pun dilarikan ke Rumah Sakit Daerah (RSD) dr. H. Moh. Anwar Sumenep untuk mendapatkan perawatan.

Namun nyawa tersangka tidak dapat diselamatkan. Tersangka tewas di rumah sakit.[beritajatim]

Komentar

 
x