Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 21 November 2017 | 15:07 WIB

Presiden Juga Pernah Dilarang Masuk AS

Oleh : Fadhly Zikry | Rabu, 25 Oktober 2017 | 03:00 WIB
Presiden Juga Pernah Dilarang Masuk AS
Pengamat militer Muradi - (Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Ditolaknya Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo masuk ke Amerika Serikat (AS) kembali menyorot sistem imigrasi di negara tersebut. Selain Panglima TNI sejumlah petinggi bahkan Presiden negara lain juga pernah ditolak AS.

"Memang AS ini imigrasinya agak keras ya, bukan cuma sekelas Panglima, ada juga dulu beberapa Presiden yang dianggap negaranya bermasalah kan ditolak juga sama mereka. Maksud saya ini memang menjadi preseden (buruk) menurut saya," kata pengamat militer Muradi kepada INILAHCOM, Selasa (24/10/2017).

Namun Muradi tidak menyebut lebih lanjut Presiden negara mana yang pernah ditolak AS. Namun dalam catatan INILAHCOM, ada sejumlah negara yang warga negaranya memang dilarang masuk ke negeri Paman Sam tersebut.

Tak lama Donald Trump menjadi Presiden AS ke-45, raja properti dari Amerika tersebut langsung mengeluarkan kebijakan melarang warga negara dari tujuh negara Timur Tengah masuk AS. Ketujuh negara tersebut mayoritas merupakan berpenduduk muslim seperti, Suriah, Iran, Irak, Libya, Somalia, Sudan dan Yaman.

Di Indonesia, Jenderal Gatot juga bukan Jenderal TNI pertama yang pernah dilarang masuk wilayah AS. "Ada pak Wiranto, pak Makarim (Mayjen Purn Zacky Anwar Makarim), pak Prabowo (Subianto) dan sebagainya. Saya kira perlu dipahami begitu, bahwa kemudian menjadi masalah iya, karena ini memcederai pola hubungan diplomasi," tandasnya.

Seperti diketahui, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ditolak masuk ke AS sesaat akan berangkat menuju negeri Paman Sam tersebut Sabtu (21/10) pekan lalu. Meski sudah mengurus visa, penolakan tersebut disampaikan oleh maskapai Emirates kepada Jenderal Gatot.

Sedianya Panglima akan menghadiri undangan Panglima Angkatan Bersenjata Amerika Serikat Jenderal Joseph F Dunford, dalam acara Chiefs of Defense Conference on Countering Violent Extremist Organization, pada 23-24 Oktober di Washington DC. Meski penolakan tersebut sudah dicabut, Panglima pun akhirnya urung untuk menghadiri kegiatan tersebut. [fad]

Komentar

 
Embed Widget

x