Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 25 November 2017 | 16:21 WIB

Lomba Baca Kitab Kuning

PKS Kokohkan Ahlus Sunnah Wal Jama'ah

Oleh : - | Senin, 23 Oktober 2017 | 01:09 WIB
PKS Kokohkan Ahlus Sunnah Wal Jama'ah
Ketua Fraksi PKS, Jazuli Juwaini - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Fraksi PKS, Jazuli Juwaini mengatakan partainya konsisten melakukan kegiatan Lomba Baca Kitab Kuning dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional. Menurut dia, kini partainya sudah dua kali menyelenggarakan Lomba Baca Kitab Kuning.

"Alhamdulillaah seperti tahun lalu lomba ini mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Tahun ini ada 1.094 peserta dari berbagai pesantren di 16 provinsi yang ikut, kami mengapresiasi partisipasi warga yang memiliki ghirah belajar kitab kuning," kata Jazuli di Jakarta, Minggu (22/10/2017).

Menurut dia, kegiatan ini menunjukkan kesungguhan dan kecintaan PKS terhadap ulama serta tradisi intelektual Islam yang diajarkan di pesantren-pesantren bahkan sebagai sarana mengokohkan aqidah ahlus sunnah wal jama'ah.

"Ini untuk menumbuhkan kecintaan kepada ulama, kiyai, habaib karena mereka berjasa dalam menerangi jalan umat untuk memahami ajaran Islam. Inilah peran ulama sebagai warosatul ambiya atau pewaris para nabi," ujarnya.

Kemudian, kata Jazuli, kegiatan baca kitab kuning ini untuk mendorong generasi muda Indonesia agar cinta dan mempelajari bahasa Arab. Karena, bahasa Arab adalah bahasa al-Qur'an dan bahasa khasanah keilmuwan/intelektual Islam yang orisinal.

"Dengan demikian, lomba ini sekaligus mendorong intelektualitas di kalangan generasi bangsa," jelas dia.

Untuk itu, Jazuli berharap kepada generasi muda termasuk kader dan simpatisan PKS untuk mencintai ulama dengan menghidupkan karya-karya klasik mereka. Terlebih, Hari Santri yang sudah ditetapkan sebagai hari nasional hendaknya dijadikan momentum untuk kebangkitan umat di Indonesia.

"Lomba baca Kitab Kuning ini wujud PKS sejak didirikan beraqidah ahlus sunah wal jamaah dan tidak berubah sampai kapan pun, bahkan semakin mengokohkannya dalam kehidupan umat Islam di Indonesia," tandasnya.[ris]

Komentar

 
x