Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 25 November 2017 | 01:44 WIB

Posisi Enam Survei Polmark, PAN: Ini Motivasi

Oleh : - | Minggu, 22 Oktober 2017 | 19:30 WIB
Posisi Enam Survei Polmark, PAN: Ini Motivasi
Jenderal Partai Amanat Nasional Eddy Soeparno (kiri) saat menjadi pembicara dalam Diskusi Publik Tiga Tahun Jokowi-JK dan Calon Penantang Jokowi 2019: Laporan Survei Nasional di Jakarta. - (Foto: Inilahcom/Wirasatria)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Sekjen PAN Eddy Soeparno managgapi santai hasil survei elektabilitas yang dibuat Lembaga Survei Polmark Indonesia. Survei ini menempatkan PAN pada posisi 6 dengan total 3,6 persen.

Menurutnya PAN pada Pemilu 2014 lalu juga hanya berkutat di angka 3-4 persen elektabilitas. Namun saat pemilu bisa mendapatkan lebih dari 7 persen.

"Justru hal ini menjadi motivasi dan dorongan untuk kader PAN agar lebih giat lagi untuk bekerja," katanya saat diskusi di Batik Kuring, Minggu (22/10/2017).

Dalam sirvei ini, Eddy pun melihat PDI Perjuangan yang mengusung Presiden Jokowi masih berpotensi besar untuk melanggeng di Pilpres 2019.

"Tetapi juga kami melihat perubahan di masyarakat saat ini terjadi adanya calon alternatif baru. Jadi peluang Pak Jokowi sangat besar, peluang adanya alternatif baru juga besar," ujarnya.

Dia pun menjelaskan bahwa saat ini partainya sudah diamanatkan untuk mendorong Zulkifli Hasan bertarung di kepemimpinn nasional tahun 2019.

"Dalam hal ini kita harus melihat PAN dulu yang harus kuat, nanti di 2019, memiliki elektabilitas yang tinggi, ketika sudah tinggi mendorong partai lain untuk bergabung dengan PAN untuk mencapai treshold 20 persen, untuk membangun koalisi mendorong pak zulkifli Hasan bertarung apakah di posisi Capres atau cawapres," pungkasnya.

Diketahui, Lembaga Survei Polmark Indonesia merilis hasil survei terbarunya soal elektebilitas partai politik. Selain rilis hasil survei, acara ini dilanjutkan dengan diskusi dengan tema 'Tiga Tahun Jokowi-JK dan calon penantang Jokowi di Pilpres 2019'.

Hadir sebagai dengan narasumber Eep Saefullah (CEO Polmark Indonesia), Abdul Kadir (Sekjen PKB), Siti Zuhro (Peneliti LIPI), Ahmad Muzani (Sekjen Gerindra), Ahmad Basarah (Wasekjen PDIP), dan Eddy Soeparno (Sekjen PAN).

Dalam survei itu PDI Perjuangan masih menempati posisi teratas dengan raihan 25,1persen. Partai Golkar secara mengejutkan menempati posisi kedua dengan nilai 9,2 persen. Sementara Partai Gerindra yang menjadi oposisi masih jauh di bawah PDI Perjuangan dengan torehan 7,1 persen.

Wawancara survei dilakukan pada 9 - 20 September 2017. Populasi survei ini adalah WNI yang berdomisili di seluruh Indonesia, dan telah mempunyai hak pilih, yakni berusia 17 tahun ke atas atau yang sudah menikah ketika dilakukan survei ini. Sampel berasal dari seluruh Provinsi yang terdistribusi secara proporsional berdasarkan besaran jumlah pemilih.

Jumlah responden 2.250 orang dengan proporsi imbang (50:50) laki-laki dan perempuan. Survei menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error lebih kurang 2,1 persen. Selain itu, tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.

Berikut elektabilitas partai politik hari ini, jika pemilu legislatif dilaksanakan hari ini.

1. PDI Perjuangan 25,1 persen.
2. Partai Golkar 9,2 persen.
3. Partai Gerindra 7,1 persen.
4. PKB 6,3 persen.
5. Partai Demokrat 5,3 persen.
6. PAN 3,6 persen.
7. Partai Nasdem 2,8 persen.
8. PKS 2,4 persen.
9. PPP 2,4 persen.
10. Perindo 1,7 persen.
11. Hanura 0,3 persen.
12. PBB 0,2 persen.
13. PSI 0 persen.
14. IDAMAN 0 persen.

Tags

Komentar

 
x