Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 14 Desember 2017 | 09:41 WIB

Dalam 5 Tahun

Andi Narogong Gonta-ganti Mobil Sampai 23 kali

Oleh : Ivan Setyadi | Jumat, 20 Oktober 2017 | 15:33 WIB
Andi Narogong Gonta-ganti Mobil Sampai 23 kali
Pengusaha Andi Agustinus atau Andi Narogong, saat menjadi saksi dalam sidang kasus korupsi KTP Elektronik dengan terdakwa Irman dan Sugiharto di Pengadilan Tipikor, Jakarta - (Foto: Inilahcom/Agus Priatna)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kesaksian pemilik dua showroom mobil di Bogor dalam sidang kasus korupsi pengadaan e-KTP membuat majelis hakim iri.

Sandra, sang pemilik showroom membenarkan jika terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong kerap gonta-ganti mobil. Totalnya sampai 23 mobil dalam kurun waktu 2012-2017.

"Dia (Andi) itu bosanan. Jadi baru beli mobil dua bulan, bosan tukar lagi. Baru beli enam bulan, bosan ditukar lagi. Jumlahnya sih mereka enggak banyak, karena sering tukar-tukar mobil," ujar Sandra kepada majelis hakim, saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (20/10/2017).

Hampir semua jenis mobil mewah pernah 'dicicipi' Andi dan keluarganya. Seperti Mercedes-Benz, Mini Cooper, Toyota Harrier, VW Beetle, Jaguar, Porsche, hingga Range Rover.

Dalam berita acara pemeriksaan, Sandra mengatakan, Andi, Dedi dan Vidi banyak menggunakan nama orang lain untuk membeli mobil. Tujuannya, untuk menghindari pajak progresif atas kepemilikan lebih dari satu kendaraan.

Menurut Sandra, beberapa kendaraan dibeli menggunakan nama kerabat, teman dan pegawainya.

Cerita Sandra tentang deretan mobil mewah kepunyaan Andi mendapat perhatian hakim.

"Pernyataan sandra ini bikin aku iri, aku harus sabar pakai Avanza butut. sudah hampir 10 tahun engga bisa ganti," kata hakim.

Dalam kasus ini, Andi Narogong didakwa telah merugikan negara sebesar Rp2,3 triliun dalam proyek e-KTP. Menurut jaksa, Andi diduga terlibat dalam pemberian suap terkait proses penganggaran proyek e-KTP di DPR RI, untuk tahun anggaran 2011-2013.

Selain itu, Andi berperan dalam mengarahkan dan memenangkan Konsorsium PNRI menjadi pelaksana proyek pengadaan e-KTP. Andi diduga mengatur pengadaan dalam proyek e-KTP bersama-sama dengan Setya Novanto.[jat]

Komentar

 
x