Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 18 Oktober 2017 | 07:04 WIB

Jokowi Minta Petani Jaga Produktivitas Sawit

Oleh : - | Jumat, 13 Oktober 2017 | 10:59 WIB
Jokowi Minta Petani Jaga Produktivitas Sawit
Presiden Joko Widodo (Jokowi) - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Musi Banyuasin - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri acara Penanaman Perdana Program Peremajaan Kebun Kelapa Sawit dan Penyerahan Sertifikat Tanah untuk Rakyat di Kabupaten Musi Banyuasin, Jumat (13/10/2017).

Jokowi beserta rombongan berangkat menuju Kabupaten Musi Banyuasin dengan menggunakan helikopter pada pukul 08.40 WIB dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Kota Palembang, Provinsi Sumatra Selatan.

Kepala Negara tiba di Lapangan Desa Panca Tunggal, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin pada pukul 09.10 WIB, kemudian langsung menuju lokasi Program Peremajaan Kebun Kelapa Sawit yang jaraknya berdekatan.

Melalui sambutannya, Jokowi mengungkapkan bahwa Menko Perekonomian Darmin Nasution mengatakan bahwa di Musi Banyuasin akan diremajakan 4.400 hektar kebun sawit yang sudah tua.

"4.400 biayanya ditanggung pemerintah, bibitnya diberi, benih untuk palawija jagung juga diberi. Kurang apa?" kata Jokowi.

Ia memaparkan, lahan yang masuk ke dalam area hutan sawit akan disertifikasi oleh pemerintah sebagai kawasan perhutanan milik rakyat.

"Untuk yang masuk kawasan hutan sudah saya perintahkan untuk dikeluarkan dari kawasan hutan untuk nantinya diberikan sertifikat. Akan tetapi, ini khsuus untuk kelapa sawit milik rakyat. Dan yang sudah pegang sertifikat yang hadir di sini tolong diangkat biar kelihatan, sebentar. Nanti setelah ini akan lebih banyak lagi yang pegang sertifikat," tuturnya.

Jokowi menjelaskan, sertifikasi lahan ini akan dimulainya dari wilayah Sumatera Selatan yang kemudian dilnjutkan pada bulan depan ke Sumatera Utara dan Jambi.

"Lalu masuk ke Riau. Tahun ini kita memang akan konsentrasi dulu di pulau Sumatera. Tahun depan baru akan saya dorong masuk ke Kalimantan. Kami memang ingin kerja fokus biar gampang dicek, gampang dikontrol," ujarnya.

Ia pun mengingatkan bahwa setahun kedepan dirinya akan kembali mengecek kawasan hutan sawit ini untuk usai area tersebut dilakukan peremajaan dan penanaman kembali.

"Setahun lagi atau awal 2019 akan saya cek kembali kerjanya. Dengan saya pasti dicek, enak aja enggak dicek. Jadi barang atau tidak, jadi bibitnya jadi bener dan baik tidak, harus dicek, kalau enggak dicek, enak nanti," tegasnya.

Lebih jauh, Jokowi mengingatkan pula bahwa tanaman sawit yang ditanam ini harus dirawat dan dijaga produktivitasnya dengan baik, tak hanya oleh pihak swasta namun juga para petani.

"Ini nanti kalau sudah gede bisa produksinya 8 ton, per hektar, CPO. Biasanya petani yang sekarang yang pohonnya sudah 20 tahun 25 tahun hanya 2 ton, benar? Berarti kan, empat lipat tapi yang namanya tanaman juga sama dengan kita, harus dirawat, harus dipelihara. Kalau perusahaan bisa 8 ton, petani juga harus bisa 8 ton. Janag 2 ton, berarti enggak dipelihara itu," jelasnya.

Adapun program ke depannya, lanjut Jokowi, usai penanaman kelapan sawit berjalan, pemerintah akan melanjutkannya dengan peremajaan dan penanaman karet, kopi, kakao hingga pala.

"Ini sama sudah lebih dari 15, 20, 25 tahun enggak pernah diremajakan. Masa kita kalah dengan Vietnam urusan pala? Kopi kalah dengan brazil, dengan Kolombia? Tanah kita subur makmur kok, karena tidak pernah diremajakan dibiarkan tua lama-lama enggak nongol produksinya," tandasnya.

Pada kesempatan ini, Jokowi pun menyempatkan untuk berdialog sambil memberikan kuis berhadiah sepeda kepada para petani sawit yang hadir.

Turut mendampingi Jokowi dalam kesempatan ini antara lain Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Gubernur Sumsel Alex Noerdin. [rok]

Tags

Komentar

 
x