Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 24 Oktober 2017 | 02:05 WIB

BPK yang Berhak Audit Pengadaan Heli AW101

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Kamis, 12 Oktober 2017 | 16:28 WIB
BPK yang Berhak Audit Pengadaan Heli AW101
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Agung Firman Sampurna mengatakan hanya BPK yang memiliki kewenangan untuk melakukan audit keuangan negara termasuk pembelian Helikopter Agusta Westland (AW) 101 oleh TNI.

"Sesuai konstitusi yang menghitung kerugian negara hanya BPK, tidak ada siapa pun," kata Firman di Jakarta, Kamis (12/10/2017).

Menurut dia, pihaknya sampai saat ini belum melakukan audit terhadap Helikopter AW101 karena barangnya belum serah terima ke TNI dan masih berada di Lapangan Udara Halim Perdanakusuma.

"Kalau belum ada transfer, tidak ada kerugian negara. Karena yang periksa hanya BPK," ujarnya.

Ia menjelaskan pihaknya akan menghitung beberapa faktor dalam mengaudit, misalnya memeriksa harga, kontrak pembelian, dan proses pelelangan.

"Kalau ada transfer pengadaan barang-barang diserahkan, baru kita hitung. Kita mengaudit dari ada rekayasa pelelangan kemahalan harga, atau perbedaan kontrak," jelas dia.

Sementara, Firman mengatakan pihaknya tidak pernah dihalang-halangi oleh Kementerian Pertahanan dan Panglima TNI Gatot Nurmantyo dalam melakukan pemeriksaan terhadap pembelian alutsista, semua audit yang dilaksanakan BPK terus berjalan lancar di dua instansi tersebut.

"Saya tegaskan Menhan dan Panglima TNI tidak pernah menghalangi atau melarang BPK untuk melaksanakan pemeriksaan," katanya.

Firman memaparkan dari 2007 sampai 2017 BPK sudah melakukan pemeriksaan 27 kali di Kementerian Pertahanan dan TNI. Audit tersebut terkait berbagai macam jenis pemeriksaan.

"Baik laporan keuangan, pemeriksaan tertentu, maupun pemeriksaan kinerja. Itu belum termasuk pemeriksaan di unit organisasinya," tandasnya.[ris]

Tags

Komentar

 
x